JOGJA- Menikah, tentu menjadi impian semua pasangan yang telah lama menjalin hubungan serius. Namun tak sedikit calon pasangan pengantin yang terkendala biaya. Lagi-lagi, Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) hadir menawarkan solusi bagi calon pengantin yang kesulitan biaya pernikahan.

Setelah sukses menggelar pernikahan di dalam pesawat, kemarin (6/9) Fortais menyelenggarakan nikah masal gratis di dalam Kereta Api Prameks di Stasiun Tugu, Kota Jogja. Menariknya, lokasi pernikahan tidak lantas disterilkan dari penumpang kereta api jurusan Solo – Jogja itu. Bahkan, para penumpang cukup leluasa menyaksikan prosesi sakral akad nikah tujuh pasangan pengantin.

Ketua Fortais Ryan Budi Nuryanto mengatakan, peminat nikah masal sebenarnya lebih dari tujuh pasangan. Menurutnya, selama tujuh hari pendaftaran yang dibuka secara online di media sosial, jumlah pendaftar yang mencapai ratusan pasangan menyatakan minat. Hanya, sebagian besar tidak melengkapi berkas persyarakan yang ditetapkan panitia. “Ada yang menyepelekan surat pengantar dari RT atau RW. Tentu saja itu tidak bisa,” katanya di sela acara.

Nikah masal kali ini dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-260 Kota Jogja dan HUT ke-71 PT KAI, sekaligus mangayubayo Hari Keistimewaan DIJ.

Sebelum diarak menuju lokasi akad nikah, ketujuh pasangan calon pengantin dirias oleh anggota Paguyuban Rias Kinasih Jogja di Kantor UPT Malioboro.

Turut hadir menyaksikan acara itu, Kepala DAOP VI PT KAI Hendy Helmy serta Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekkot Jogja Aman Yuriadijaya. Berikut keluarga para mempelai dan warga yang penasaran ingin menyaksikan prosesi pernikahan unik itu.

Akad nikah dipimpin Suardi dan Sehona dari Kementerian Agama Kota Jogja. Disaksikan banyak orang ternyata membuat sebagian pasangan pengantin grogi. Karenanya, ada beberapa mempelai pria yang diminta mengulang kalimat ijab kabul karena dinilai terlalu terburu-buru dan gugup. “Ini adalah kali pertama ada proses pernikahan (ijab kabul) di dalam gerbong kereta di Jogjakarta,” ucap Sehona. Sebagai penghulu, Sehona mengaku sangat senang diikutsertakan dalam acara tersebut.

Mempelai perempuan termuda, Kania Restu Fauzi, 20, mengaku sangat takjub dengan acara nikah masal yang dilakoninya bersama suaminya, Crysna Marsono, 23. Apalagi, ijab Kabul tak sekedar di dalam gerbong kereta api. Tapi karena kereta api berjalan menuju Stasiun Maguwoharjo. “Sangat unik. Karena itu kami tertarik,” katanya bangga.

Beda lagi komentar Mujiyanto, 37, peserta lain. Buruh bangunan yang sudah lama menduda itu sengaja ikut acara nikah masal demi irit biaya. Baginya, biaya pernikahan cukup mahal dibanding penghasilannya yang tidak menentu. (cr1/yog/ong)