JOGJA – Perubahan zaman juga mempengaruhi cara berjualan. Sebelumnya menggunakan cara konservatif, kini sudah memanfaatkan teknologi informasi (IT). Itulah yang dilakukan Jogja Tourism Training Center (JTTC) sejak tiga tahun terakhir ini.

“Masyarakat ternyata sudah berubah. Kita tidak salah memilih dengan berjualan via online, sejak tiga tahun lalu,” kata Direktur JTTC Hairullah Gozali saat menerima kunjungan tim Radar Jogja Online, Kamis (8/9/).

Kepada Penanggung Jawab Radar Jogja Online Fritqi Suryawan yang didampingi Heru Setiyaka, Hairullah banyak bercerita soal upaya yang awalnya sedikit ditentang anak buahnya.

“Awalnya pesimistis soal itu. Bahkan, anak buahnya sempat mengingatkan untuk tidak meninggalkan cara berjualan konvensioal,” ungkap Iroel-sapaan akrab Hairullah Gozali.

Upaya keras yang dilakukan kini berbuah manis. Bahkan, marketing online memberikan kontribusi 80 persen dari total klien yang didapat. Termasuk dari luar negeri.

“Beruntung kami mendapat klien baru dari luar negeri, seperti Thailand, Philipina, dan Malaysia. Semua berhasil dijaring berkat memanfaatkan online marketing,” paparnya.

Meski begitu, cara konvensial tetap dipertahankan. Juga klien lama yang ada di dalam negeri, JTTC tetap menjaga hubungan yang baik.

“Kami juga siap bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan Radar Jogja Online,” kata pria yang juga Ketua Harian Keluarga Public Relations (Kapurel) Jogja ini.

Fritqi Suryawan sepakat dan membuka tangan lebar-lebar bekerja sama dengan semua pihak, termasuk JTTC.

“Prinsipnya, banyak teman, banyak peluang kerja sama yang bisa dilakukan. Kami akan lebih sering bertemu dengan calon relasi dan semua institusi di DIJ dan sekitarnya,” janji Fritqi.(hes/dem)