PURWOREJO – Santri putri di bawah umur warga Kecamatan Bruno, Purworejo, sebut saja Bunga, disikat masa depannya oleh oknum guru ngajinya sendiri. Aksi bejat itu dilakukan pelaku usai mengaji dan mujahadah malam.

Adalah Lukman Wahid, 29, yang dikenal sebagai ustad sebuah pondok pesantren yang baru berdiri bulan puasa lalu, ternyata menyalahgunakan kepercayaan masyarakat untuk menimba ilmu agama. Alih-alih menjadikan pintar anak didiknya, ia malah merampas kegadisan anak untuk pemenuhan nafsu bejatnya.

Tidak terima oleh perlakuan Lukman terhadap anaknya, orang tua korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Bruno. Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo melalui Kasubag Humas AKP Lasiyem mengatakan, kejadian yang menimpa Bunga, 14, terjadi pada Jumat (2/9) sekitar pukul 01.30.

Adapun perbuatan terlarang itu dilakukan di kamar rumah milik orang tua pelaku. “Aksi bermula ketika korban dipanggil pelaku untuk menonton televisi di dalam kamar,” ujar Lasiyem kemarin (8/9).

Baru saja menyaksikan siaran televisi, pelaku memaksa dan mengancam korban dan terjadilan perbuatan layaknya suami istri. Korban tidak bisa berbuat banyak karena ancaman dari pelaku.

“Malam itu juga korban menginap di kamar milik orang tua korban. Baru setelah kejadian itu, korban mengadukan perbuatan pelaku kepada orang tuanya,” imbuh perwira polwan ini.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua Bunga melaporkan kejadian itu ke Polsek Bruno. Korban selanjutnya dibawa ke RS Palang Biru Kutoarjo untuk dilakukan visum.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku terbukti melanggar Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Perbuatan cabul,” tambah Lasiyem. (udi/laz/ong)