JOGJA – Bonus lumayan besar disiapkan Pemprov DIJ untuk atlet yang berhasil mendulang medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, total dana tali asih atau bonus yang disiapkan sebesar Rp 3 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, dana itu berasal dari cadangan APBD. Dana tersebut disiapkan bagi putra-putri daerah yang berhasil mengharumkan nama DIJ di ajang multievent terbesar di tanah air itu.

“Besarannya tergantung KONI DIJ,” ujarnya usai pengukuhan atlet dan kontingen DIJ oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X di Stadion Mandala Krida, kemarin (9/9).

Dia mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan bisa naik tergantung hasil penghitungan bersama KONI DIJ. Pada PON Riau 2012 lalu, Pemprov memberikan bonus Rp 100 juta bagi atlet yang berhasil membawa pulang medali emas.

Dengan menggunakan dana alokasi yang ada, pihaknya belum bisa memastikan berapa rupiah yang akan diterima para juara di PON Jawa Barat tahun ini. Bonus tersebut akan diserahkan bersamaan dengan penyerahan tali asih kepada atlet-atlet DIJ yang berlaga di Peparnas.

Pada ajang empat tahunan kali ini, kontingen DIJ membawa tugas berat untuk membawa pulang setidaknya 15 medali emas dari total 756 medali yang diperebutkan. Meski tidak lebih dari 10 persen dari total medali, namun kontingen DIJ harus berjuang keras agar bisa mencapainya.

“Kami harus optimistis, apalagi jumlah atlet saat ini cukup besar dibanding sebelumnya dengan total kontingen 555 orang. Kalau jumlah atletnya ada 323 orang,” ujarnya.

Dengan target tersebut, DIJ diharapkan bisa masuk 10 besar nasional. Pada PON 2012, lanjutnya, DIJ merosot ke peringkat 14 dengan perolehan 10 medali emas, 12 perak, dan 16 perunggu. Sedangkan di PON 2008, DIJ berada di peringkat 13 dengan perolehan 12 medali emas, 16 perak, dan 21 perunggu.

Dalam acara pengukuhan sekaligus peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-23, HB X dalam sambutannya mengatakan, peringatan Haornas sangat penting untuk pembudayaan olahraga sebagai gaya hidup sehat dalam masyarakat. Diharapkan dukungan dari pemerintah mulai pemkot dan pemkab diperlukan langkah nyata.

“Terutama dalam menggerakkan, memfasilitasi, dan mengedukasi olahraga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya yang membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (dya/ila/ong)