JOGJA- Tujuh sapi lokal jadi pilihan Pemprov DIJ untuk diserahkan kepada lima kabupaten dan kota serta dua takmir masjid, yakni Masjid Kauman dan Masjid Puro Pakualaman. Sapi-sapi tersebut diperoleh dari petani di Cangkringan, Sleman, DIJ sebagai salah satu pemasok sapi lokal jelang Idul Adha 1437 H.

Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIJ Haryanta mengatakan, pilihan sapi lokal tak lain sebagai upaya pemberdayaan petani lokal. Ini agar bisa memanfaatkan momen Idul Adha ini untuk memasarkan hewan kurban.

“Total senilai Rp 178 juta, yang besar Rp 28-29 juta, yang lain sekitar harga Rp 20 jutaan,” ujarnya usai penyerahan sapi di Kompleks Kepatihan Danurejan, kemarin (9/9).

Selain sapi bantuan dari Pemprov DIJ, juga sekaligus penyerahan sapi kurban bantuan dari Persiden RI Jokowi. Sapi tersebut diserahkan kepada Kabupaten Kulonprogo. Sehingga pada Idul Kurban tahun ini, Kabupaten Kulonprogo menerima dua sapi bantuan.

“Di DIJ masih ada kantong-kantong kemiskinan, dan kebetulan agak lebih banyak di Kulonprogo dan Gunungkidul. Kemarin bantuan presiden sudah kami distribusikan ke Gunungkidul, yang kali ini gantian ke Kulonprogo. Kalau yang lain kan sudah makmur,” papar Wakil Gubernur DIJ Paku Alam (PA) X.

Sapi titipan orang nomor 1 di tanah air tersebut memiliki bobot paling besar, yakni mencapai 1.000 kg dengan kisaran harga Rp 47 juta.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian DIJ Sasongko mengatakan, ketersediaan sapi lokal untuk memenuhi permintaan jelang Idul Adha tahun ini tercukupi. Pemasok terbesar yakni dari Gunungkidul. “Kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain, kalau untuk yang di pasaran biasanya dari Gunungkidul,” tandasnya.

Menurutnya, sapi untuk kurban yang dicari di pasaran beratnya berkisar 300 sampai 400 kilogram, dengan harga antara Rp 17 juta hingga Rp 21 juta. Prediksinya, tahun ini kebutuhan sapi kurban meningkat dari tahun lalu sekitar 18.000 ekor menjadi 20.000 ekor. (dya/ila/ong)