JOGJA – Pemasangan tower telekomunikasi di Kota Jogja makin tidak terkendali. Bahkan di dekat bangunan cagar budaya Pura Kadipaten Pakualaman, juga akan dibangun tower meski urung dilanjutkan karena mendapat protes dari Pa-kualaman dan masyarakat sekitar.

Tower itu belum sempat didirikan dan baru tahap pembuatan konstruksi. Pembuatan konstruksi itu pun sudah menim-bulkan kerusakan pada trotoar. Oleh masyarakat sekitar Pura Pakualaman, tower yang dibangun di Jalan Harjowinatan atau sebelah barat kompleks Pura, itu ditutupi dengan gedek
. “Buatnya ngawur, di trotoar juga. Oleh warga sekitar dipasangi gedek,” ujar Kerabat Kadipaten Pakualaman Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Kusumoparastho ketika dihubungi kemarin (13/9).

Kusumo mengaku tidak pernah mengelu-arkan izin untuk membangun tower di sekitar Puro Pakualaman. Bahkan ketika hal itu dikonfirmasi ke petugas kelurahan setempat, mereka malah sama sekali tidak tahu.

“Kami tidak pernah memberikan izin. Pembangunannya juga diam-diam dan malam hari,” ujar Penghageng Urusan Pambudidaya Kadipaten Pakualaman ini.

Pemasangan tower di kawasan Pakuala-man itu juga diketahui Ketua DPRD Kota Jogja Sujanarko.

Menurut Koko, sapaanya, ia mendapat informasi dari Adipati Pakualaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) X, minggu lalu terkait adanya pembangunan tower tanpa izin
. “Begitu dikabari, lang-sung saya cek dan memang sudah ada pekerjaan membuat konstruksinya,” ujar Koko.

Sesuai komitmenya sebagai ketua dewan yang pernah meminta supaya tower ilegal yang berdiri di atas lahan milik Pemkot Jogja diturunkan, Koko juga meminta hal yang sama dilakukan pada tower di Pa-kualaman itu. Hasilnya, hingga kemarin tidak ada pekerjaan lanjutan.

“Sepertinya pemasang tower juga takut sehingga tidak dilanjutkan,” ujar politikus PDIP itu.

Terpisah, Kepala Dinas Kimpraswil Kota Jogja Agus Tri Haryono mengaku sudah mendapat laporan ada 17 tower yang di-dirikan di atas trotoar. Empat di antaranya sudah diturunkan. Sedang Kepala BLH Kota Jogja Suyana menyebut ada lima to-wer yang berdiri di atas taman milik Pem-kot Jogja.

“Ini taman kok diacak-acak, kami sudah minta instansi terkait untuk menertibkan,” tegasnya. (pra/laz/ong)