SLEMAN-Sementara itu saat dihubungi terpisah Direktur PT Cobra Dental Indonesia Andrean Susanto menyayangkan bila produknya disebut ilegal. Sebab saat ini, pihaknya tengah melakukan proses perizinan.

“Untuk proses perizinannya kapan pastinya saya kurang mengetahui, karena ada pihak yang mengurus. Namun hitung-annya masih bulan,” jelasnya.

Dia berkilah ketiadaan izin selama ini juga disebabkan ke-tidaktahuan soal aturan pere-daran obat-obatan. Sebab, me-nurutnya, distributornya selama ini sudah mengajukan izin Kemenkes, meski pengajuan izin berupa alat kesehatan.

“Kami tidak mengetahui kalau distributor alat kesehatan tidak boleh memasarkan obat-obatan,” jelas pria yang mengaku tengah berada di Jakarta ini.

Saat disinggung berapa jumlah produk obat yang diterima, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlahnya. Bah-kan, Andrean pun tidak menge-tahui pasti kapan obat-obat itu mulai diedarkan. “Bisa jadi selama kami melakukan pengurusan perizinan,” jelas-nya. (bhn/ila/ong)