PURWOREJO – Pengerahan petugas pemeriksa hewan kurban yang melibatkan masyarakat menemukan 158 sapi yang disembelih dalam Idhul Adha 2016 terinfeksi cacing hati. Temuan ditindaklanjuti dengan membuang bagian yang bercacing atau memusnahkan jika hati telah mengalami kerusakan.

“Kemungkinan bisa bertambah karena belum semua petugas memberikan laporan,” kata Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Doddy Heru Prasetyo kemarin (14/9).

Doddy menyatakan, petugas telah meminta kepada panitia kurban untuk membuang hati yang terinfeksi. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai nilai higienitas dari hati sapi yang mengalami infeksi.

“Hati atau jeroan yang terinfeksi itu tidak layak didistribusikan. Karena selain mengalami kerusakan, juga dipenuhi kotoran cacing,” tambahnya.

Dijelaskan, cacing hati merupakan parasit yang lazim dalam binatang ruminasia atau memamah biak seperti sapi. Dengan perantara rumput yang dimakan, cacing biasanya menempel pada rumput pakan. “Sebenarnya mudah untuk dikenali karena sapi biasanya lemah, kurus dan kotorannya agak cair,” tambah Doddy.

Dalam penyembelihan hewan kurban Idhul Adha tahun ini, DPPKP Purworejo mencatat sedikitnya ada 1.760 sapi yang dipotong. Sementara kambing mencapai 7.607. Sementara di tahun 2015 tercatat 1.759 sapi dan 9.262 ekor kambing yang disembelih. (udi/laz/mg1)