SLEMAN – Angka kunjungan perpustakaan di Kabupaten Sleman meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013, pengunjung perpustakaan mencapai 108.875 orang. Melonjak tajam mencapai 580.219 orang di 2014 dan 609.754 pada 2015.

Kendati begitu, Kepala Kantor Perpustakaan Sleman Sri Hartati menyatakan, tingginya angka kunjungan perpustakaan tak berbanding lurus dengan minat baca masyarakat. “Dari segi angka memang meningkat. Tapi minat bacanya masih tergolong rendah. Sehingga perlu upaya-upaya konkret agar minat baca masyarakat meningkat,” katanya di sela acara Gemilang Perpustakaan di rumah dinas bupati kemarin (14/9).

Menurut Hartati, minat baca masyarakat sangat dipengaruhi oleh fasilitas yang memadai di perpustakaan. Karena itu, dia berharap setiap perpustakaan desa dibangun dengan representatif, sehingga memberikan rasa nyaman bagi pembaca buku. Yang terpenting, mampu mengundang minat dan kesadaran masyarakat untuk gemar membaca.

Untuk mendongkrak minat baca masyarakat, Bupati Sleman Sri Purnomo mendorong pengelola perpustakaan desa lebih aktif menggali ide-ide kreatif. Misalnya, menata tempat secara rapi, menambah koleksi buku, hingga menggelar acara unik untuk memantik warga agar berkunjung ke perpustakaan.

Lebih dari itu, pustakawan desa harus mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membaca sebagai khasanah ilmu.

Sri Purnomo memberi contoh koleksi Perpustakaan Sumberharjo, Prambanan. “Buku ini kalau dibuka berubah menjadi maket. Ini bagus dan bisa diterapkan di perpustakaan-perpustakaan lainnya,” tuturnya sambil menunjukkan buku yang di dalamnya berisi lipatan tiga dimensi berbentuk gedung.

Sri menegaskan, pengembangan perpustakaan kreatif bisa dilakukan dengan berbagai cara. Banyaknya literasi dan terbukanya akses informasi publik akan mempermudah upaya tersebut.

Untuk merealisasikan hal tersebut, kata Sri, Pemkab Sleman terus berupaya memfasilitasi perpustakaan-perpustakaan desa, sekaligus membimbing dan mendampingi para pustakawan secara langsung. “Saat ini sudah ada 86 perpustakaan desa yang tersebar di seluruh Sleman,” katanya.

Lebih dari itu, bupati menyambut positif peran komunitas yang membuka perpustakaan mandiri. Tanpa menunggu uluran tangan pemerintah, komunitas menjalankan peran dalam menggugah kesadaran dan minat baca masyarakat. “Mereka memiliki inisiatif untuk membuat ruang baca sendiri. Ini yang sangat menginspirasi penggawa minat baca lainnya. Mampu mewujudkan masyarakat Sleman yang cerdas dan memiliki minat baca yang tinggi,” tambahnya.(dwi/yog/mg1)