Melukis Secara Spontan Justru Penuh Kejutan

Sosok Bayu Wardhana terkenal sebagai pelukis on the spot. Spontanitas ini kerap lahir saat dia melihat objek yang apik. Dia merasa melukis secara spontan memberikan sensasi yang berbeda.
DWI AGUS, Jogja
PRIA yang identik dengan rambut gondrong dan berjenggot ini meng aku lebih senang melukis on the spot. Alasannya, ada banyak kisah dan pe-ngalaman berbeda saat dia melukis secara spontan. Pertama, terkait dengan cuaca yang tidak menentu. Itulah mengapa dia lebih memilih untuk mengeksekusi karya antara siang hingga sore hari.

Tujuannya, agar mendapatkan pen-cahayaan natural dari matahari. “Belum lagi tanggapan dari orang-orang di sekeliling ketika sedang me-lukis. Ada yang menonton, ada yang mengabadikan, apresiasinya beragam. Ini juga memberikan energi bagi saya untuk berkarya,” jelasnya ditemui beberapa waktu lalu
Berbeda dengan melukis di studio, gaya melukis spontanitas ini penuh kejutan. Tentu saja untuk melakoni perlu persiapan yang sangat matang. Agar karya yang dihasilkan benar-benar dapat dirampungkan hari itu juga.Bayu senang mengibaratkan gayanya ini dengan mengambil sari pati alam.

Baginya, melukis di alam bebas memiliki kenik-matan yang tiada tara. Inspi-rasi dapat terus mengalir, apa-lagi objek yang dilukisnya dapat membangun sinergi.

“Mengambil sari pati keinda-han bumi dan dipindahkan ke atas kanvas. Mempertemukan emosi yang saya rasakan dengan alam. Mengalir begitu saja dan terasa nikmat saat menggo-reskan cat ke dalam kanvas,” ujarnya.

Rata-rata untuk menyelesaikan sebuah lukisan, Bayu butuh waktu satu hari. Alasannya, se-tiap objek lukisan memiliki nyawa berbeda setiap waktunya. Ini tercermin beberapa karyanya. Seperti dalam lukisan berjudul Fragmen yang dibuat tahun 2015. Karya ini menggambarkan cerita tentang keseharian ma-syarakat Bali. Menggambarkan wujud kesenian, kebudayaan dan alam yang menaungi Bali selama ini. Ukuran dari lukisan ini juga tak tanggung-tanggung, 280 cm x 1900 cm.

“Saat melihat objek, emosi yang dirasakan hanya pada saat itu juga. Kalau sudah berganti waktu tentu sudah beda rasanya. Jadi harus diselesaikan hari itu juga, setidaknya untuk sketsa awalnya,” ujarnya.

Dia juga memberi pesan pada perupa muda agar dapat berka-rya secara liar. Artinya, keluar dari zona nyaman untuk melihat alam bebas. Dengan mengunjungi berbagai tempat untuk men-cari inspirasi.

“Keluar dari studio untuk ber-karya dan mencari inspirasi. Pencipta menciptakan alam ini dengan sangat indah. Harus diabadikan dengan keahlian yang dimiliki sebagai pelukis. Dengan cara ini juga bisa mem-buka pintu srawung dengan manusia maupun alam,” kata pelukis yang baru-baru ini mengadakan pameran bertajuk On the Spot di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) ini. (ila/ong)