GUNUNGKIDUL – Upaya pencarian terhadap tiga santri yang hilang digulung ombak Pantai Wedi Ombo, Jepitu, Girisubo mulai membuahkan hasil. Satu orang ber-hasil ditemukan kemarin pagi (14/9) dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Koordinator Tim SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, seorang santri meninggal dunia teridentifikasi bernama Alam warga Kali-mantan Timur. Korban ditemukan menga-pung di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Korban langsung dibawa ke RSUD Wonosari untuk dilakukan visum
“Dengan demikian masih ada dua korban hilang. Sampai saat ini, kami terus melakukan pen-carian dengan mengerahkan 35 personel dan dua kapal untuk melakukan penyisiran di sekitar tebing,” kata Sunu kemarin.Sunu menjelaskan, lokasi pe-nemuan korban kurang lebih berjarak 100 meter dari TKP. Saat ditemukan, kondisi badan kor-ban sudah rusak. “Namun begitu, petugas berhasil mengidentifi-kasi korban dan diketahui ber-nama Alam,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ke-jadian nahas tersebut menimpa rombongan santri asal Pondok Peantren Panata Gama Condro-wangsan, Potorono, Banguntapan, Bantul dua hari lalu. Empat orang tergulung ombak Pantai Selatan, tiga di antaranya dinyatakan hilang.

Keempat korban masing-masing, Alam, 16, kelas 10 beralamat Sama-rinda; Alifsyah, 16, kelas 10 dengan alamat Balikpapan; Hade, 16, kelas 10 beralamat Jakarta; dan satu korban selamat atas nama Vikri Ramadani, 16, asal Kalimantan. Peristiwa nahas berawal saat rombongan santri berjumlah 27 orang menginap di Pantai Wedi Ombo pada Senin (12/9).

Keesokan harinya, sekitar pukul 5.30, seba-nyak 9 santri mandi di laut. Se-cara mengejutkan, ombak datang menghantam. Diduga tidak bisa berenang, empat santri terseret arus deras kemudian hanyut ter-bawa gelombang. (gun/ila/ong)