Menghilangkan kebiasaan merokok masih menjadi masalah utama bagi masyarakat. Menjadi teman pergaulan, merokok adalah bahasa menyatukan dari mereka yang belum bisa melepaskan ketergantungan itu.
BUDI AGUNG, Purworejo
Aneka produk rokok masih membanjir di pasaran, Purworejo yang menjadi sentra tembakau malah memiliki satu kekhasan produk rokok yang berbeda dengan yang lain.

Dikenal dengan istilah rokok klembak menyan, beberapa unit produksi rokok klembak masih terus berproduksi. Produksi ini untuk mendukung kebutuhan yang diinginkan “para ahli hisap”.

Dibandingkan produksi rokok kretek atau filter, rokok klembak menyan memiliki kandungan nikotin cukup tinggi. Terlanjur menyatu, cita rasanya jauh berbeda dibanding rokok yang lain.

“Klembak menyan itu menjadi pelengkap. Teman-teman perokok yang biasa ke filter, kretek atau mild, masih juga merokok klembak menyan. Katanya lebih mantep,” kata salah seorang perangkat desa di Kecamatan Kaligesing, Purworejo, kemarin (14/9).

Mengetahui banyak kandungan berbahaya dalam rokok, Nanang mengaku selalu berusaha menghentikan kebiasaan buruknya. Setidaknya mengurangi jumlah batang rokok dalam sehari. “Keinginan selalu ada, tapi terus terang masih berat,” tambah Nanang.

Memberikan pemahaman akan dampak merokok bagi kesehatan tubuh, tim medis di Puskemas Kaligesing memberikan pemeriksaan gratis bagi perokok berat dari perangkat desa di Kecamatan Kaligesing. Dengan mengetahui berbagai dampak yang timbul, diharapkan konsumsi rokok akan menurun.

“Kami memiliki alat untuk rekam jantung dan pemeriksaan kesehatan bagi perokok. Untuk momen tertentu kami manfaatkan,” kata dokter Puskemas Kaligesing dr Aswita Damayanti saat pemeriksaan gratis bagi perangkat di puskemas setempat.

Memanfaatkan dana dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), pemeriksaan dilakukan secara berkala. Dari hal itu akan diketahui beberapa ancaman penyakit dari seorang perokok.

“Tingkatan konsumsi rokok terdiri atas tiga tingkat. Hijau untuk yang normal, kuning waspada, dan merah untuk yang berat,” ungkapnya.

Dari kuesioner yang diisi perokok diketahui jika rokok klembak menyan atau lintingan manual memiliki tingkat risiko cukup tinggi. Disusul rokok kretek, filter dan mild.

“Di sini kami tidak merekomendasikan rokok mana yang paling sehat, karena semua rokok itu berbahaya,” ungkap Aswita. (laz/mg2)