MAGELANG – Ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tidar Magelang melakukan aksi protes Selasa (14/9). Mereka menuntut Plt Ketua Jurusan (Kajur) Tenik Elektro dicopot dari jabatannya. Alasannya, Plt Kajur Teknik Eletro dinilai tidak mendukung aktivitas positif para mahasiswa di fakultas tersebut.

Sembari membawa beberapa poster, mereka mendatangi halaman kantor Dekanat Fakultas Teknik (FT). Salah satu poster yang dipasang para mahasiswa bertuliskan, “Turunkan Agung Trihasto. ” Mahasiswa menuntut Plt Kajur dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak kompeten.

“Agung Trihasto (Plt Kajur Teknik Elektro) tidak mengizinkan adanya kegiatan makrab dengan mahasiswa baru,” ungkap Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Wibi Hiryanto.

Ia mengatakan, Kajur Teknik Elektro tidak memberikan izin terkait kegiatan mahasiswa teknik. Ia tidak mengetahui secara pasti, kenapa tidak diberi izin. Setidaknya ada dua kegiatan yang belum disetujui kajur. Yaitu makrab dan kegiatan inagurasi yang rencana diikuti mahasiswa dari luar universitas.

“Mahasiswa ingin berwibawa. Jangan mematikan ide-ide mahasiswa,” jelasnya.

Mahasiswa semester lima ini menjelaskan, acara inagurasi yang dilarang kajur merupakan kegiatan yang positif. Kegiatan ini rencananya dilangsungkan di dalam kampus pada Sabtu (17/9). Bahkan delegasi mahasiswa dari 23 Universitas di Jateng, DIJ, dan Jabar sudah bersedia menjadi peserta.

“Acara nanti berupa pentas seni, temu alumni, dan untuk mempromosikan universitas kami. Kenapa tidak mendapat dukungan,” katanya.

Ketua BEM Teknik Bagas Dwi Prakoso menjelaskan, para mahasiswa sengaja meliburkan diri mengikuti kuliah. Mereka terdiri dari mahasiswa teknik elektro, mesin, dan himpunan mahasiswa teknik. “Kami menuntut agar kampus menurunkan jabatan Plt kajur,” pintanya.

Tuntutan ini disampaikan mahasiswa bukan tanpa alasan. Mahasiswa merasa saat mengurus izin untuk kegiatan makrab dengan mahasiswa baru dipersulit. Bahkan ia mendengar, untuk makrab tahun depan akan dihilangkan.

“Agung Trihasto harus mundur dari jabatannya. Jika tidak, kami dan organisasi mahasiswa akan vakum,” tegasnya.

Setelah melakukan orasi dan bernyanyi, mahasiswa diterima beberapa perwakilan dari kampus. Mereka mendengarkan penjelasan dari perwakilan kampus di lapangan tenis, tak jauh dari lokasi aksi.

Plt Kajur Tenik Elektro Agung Trihasto menyampaikan, unjuk rasa ini bagian dari upaya mengingatkan apa yang sudah dilakukannya. Ia berterima kasih atas aspirasi para mahasiswanya tersebut.

“Saya hanya sebagai pelaksana di kampus. Saya ikuti saja prosesnya seperti apa,” katanya.

Wakil Rektor III Untidar Bambang Kuncoro mengapresiasi langkah mahasiswa yang menyampaikan aspirasnya melalui unjuk rasa damai ini. Namun tuntutan mahasiswa belum bisa dipenuhi langsung.

“Tuntutan yang ditujukan ke seseorang secara pribadi tidak bisa diambil keputusan secara langsung,” katanya.

Menurutnya, ada proses yang harus dilalui. Seperti sidang senat. Selain itu juga ada proses administrasi yang harus dilalui. “Saya harap pihak dekanat bisa menampung aspirasi ini,” katanya.(ady/hes)