KULONPROGO – Setelah diprotes warga, Karaoke Dewata dan Caesar di Desa Palihan, Temon akhirnya ditutup pemerintah, kemarin (15/9). Penutupan tanpa perlawanan pemilik. Penutupan didasarkan SK Kepala Disparpora Kulonprogo.

Penutupan melibatkan Satpol PP Kulonprogo, Polsek Temon, Koramil Temon, Polsek Wates, Koramil Wates dan perangkat desa. Tidak hanya Caesar dan Dewata, petugas juga menutup dua karaoke lain yakni Kings di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates dan Rumah Laut di Desa Glagah, Kecamatan Temon.

“Semuanya ditutup karena tidak berizin dan telah mendapat peringatan tiga kali dari Disparpora Kulonprogo,” kata Kepala Satpol PP Kulonprogo, Duana Heru.

Duana menegaskan, usai penutupan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Jika ketahuan beroperasi, petugas akan memberikan tindakan tegas. Sementara sejumlah tempat karaoke lain di wilayah Kulonprogo juga terancam ditutup.

Petugas sudah mendatangi beberapa karaoke yang melanggar seperti Lotus, Sederhana dan Mutiara di Desa Glagah Temon serta Mahkota di Desa Triharjo Wates. Petugas datang ke lokasi karoke sembari memberikan surat peringatan.

“Karena pemiliknya tidak ada, surat kami titipkan ke perangkat desa. Kami akan kembali ke sana Selasa (20/9) mendatang,” kata Duana.

Karaoke Dewata dan Caesar selain tidak berizin juga tidak sesuai Perda 6/2015 tentang Penyelenggaraan Tanda Daftar Usaha Pariwisata. “Tempat karaoke ini juga harus berjarak minimal 500 meter dari tempat pendidikan, tempat ibadah, sarana kesehatan dan perkantoran pemerintah,” kata Duana.

Warga Desa Palihan terganggu karaoke Dewata dan Caesar karena sering terjadi keributan dan perkelahian. (tom/iwa/mg1)