BANTUL – Sudah jatuh tertimpa tangga. Ungkapan itu pantas disematkan untuk Persiba Bantul. Setelah gagal melanjutkan kiprah di ISC-B , mereka kini dihadapkan masalah yang tak kalah serius.

Ya, tim berjuluk Laskar Sultan Agung (Lasulta) harus mencari markas baru. Itu setelah Pemkab Bantul meminta pengurus Persiba dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantul mengosongkan mess di Jalan Bantul Km 9,5 Karanggede, Pendowoharjo, Sewon. Pengosongan harus dilakukan mulai Senin (19/9) mendatang.

Dari informasi yang dihimpun, mess pemain dan kantor Askab tersebut akan digunakan untuk kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU).

Sekretaris Umum Persiba Heri Fahamsyah kecewa dengan sikap pemkab. Ia juga mengatakan, pemberitahuan pengosongan tersebut termasuk mendadak. Pemberitahuan pengosongan disampaikan kepada penjaga mess Santoso, Rabu (14/9) malam. Selain dikosongkan, AC di tempat itu juga diminta diturunkan. “Kami masih bingung. Belum tahu mau dipindah ke mana,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (15/9).

Ia mengakui jika bangunan tersebut merupakan aset milik Pemkab Bantul. Askab PSSI Bantul dan PT Bantul Jaya Utama yang menaungi Persiba berstatus sebagai penyewa. Pihaknya juga membenarkan bahwa sewa telah habis per April 2016 seperti yang disampaikan bagian aset Pemkab Bantul. “Kami meminta perpanjangan tapi tidak boleh. Dan permintaan pengosongan juga sepihak,” tambahnya.

Ia pun menyayangkan sikap Pemkab yang tidak memberikan solusi jika memang Persiba tidak diperkenankan menghuni mess tersebut. Padahal menurutnya, Persiba Bantul telah mengharumkan nama Bantul di kancah persepabolaan nasional. Salah satunya setelah menjuarai Divisi Utama dan promosi ke Liga Super Indonesia pada musim 2010-2011. “Pemkab seperti tidak melihat bahwa Persiba sedang dalam masa sulit. Termasuk tidak perhatian dengan sepak bola di Bantul,” cetusnya.

Heri mengatakan, saat ini mess memang tidak lagi dihuni para pemain. Setelah tidak lolos 16 besar ISC-B, seluruh pemain dikembalikan ke klub asalnya masing-masing. Namun di tempat tersebut masih terdapat barang-barang milik klub seperti piala dan peralatan latihan. Termasuk juga akan diinventarisasi barang milik Persiba dan Askab PSSI Bantul.

Wakil Ketua Umum Askab PSSI Bantul Sapto Priyono mengatakan, pihaknya belum menerima surat permintaan pengosongan kantor Askab. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Bantul serta KONI Bantul jika memang terpaksa harus hengkang Senin depan.

Kepala Bidang Aset Pemkab Bantul Sri Supriatini membenarkan permintaan pengosongan tersebut. Menurutnya, jangka waktu sewa oleh PT Bantul Jaya Utama untuk Mess Persiba sudah berakhir April 2016. Dan sebelum jangka waktu habis, Pemda Bantul telah menyampaikan surat pemberitahuan.

“PT tersebut tidak mengajukan permohonan perpanjangan. Dalam perkembangannya Askab PSSI Bantul mengajukan permohonan melalui kantor Dinas Pemuda dan Olahraga. Dan sudah diberikan surat jawaban oleh Pemda. Sekarang pemanfaatan tanah dan bangunan tersebut oleh Pemda disewakan kepada pihak ketiga,” katanya kepada Radar Jogja. (riz/din/mg2)