JOGJA– Tuntutan petani penggarap lahan pesisir di Kulonprogo untuk mendapatkan kompensasi dari Kadipaten Pakualaman belum surut. Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pantai (FKPLP) menghendaki Pakualaman yang akan mendapatkan ganti rugi dari PT Angkasa Pura sebesar Rp 750 miliar bersedia berbagi dengan mereka.

“Tanah yang sekarang diklaim sebagai Pakualaman Ground (PAG) dulunya merupakan persil tanah merah. Tidak produktif dan merupakan oro-oro. Kami menggarapnya menjadi lahan produktif sejak 1970-an,” jelas Ketua FKPLP Sumantaya saat audiensi dengan Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana di gedung dewan provinsi kemarin (15/9).

Dengan adanya pembangunan bandara, mereka terancam kehilangan mata pencaharian. Anggota FKPLP tak lagi bisa menjalankan aktivitasnya sebagai petani. Sebab, lahan yang mereka gunakan untuk bercocok tanam tergusur untuk pembangunan bandara.

Karena itu, Sumantaya ingin agar Kadipaten Pakualaman bersedia memberikan kompensasi bagi mereka. Besarnya Rp 150 ribu per meter. Dari perhitungan tim appraisal, Pakualaman mendapatkan Rp 450 ribu per meter. “Wajar kami minta ini karena menjadi korban terdampak,” katanya.

Permintaan itu sengaja disampaikan karena selama ini respons Pakualaman cenderung tak jelas. Janji memberikan kompensasi tidak pernah diikuti dengan kepastian angka.

Dalam kesempatan itu Sumantaya minta bantuan DPRD DIJ agar dapat mempertemukan warga dengan Paku Alam X. Kebetulan adipati Pakualaman itu juga menjabat wakil gubernur DIJ.

“Tolong kami dipertemukan agar dapat bicara,” harapnya.

Bambang dan Bayu warga lainnya berharap keistimewaan DIJ juga berdampak bagi warga Jogja. “Jogja istimewa jangan sampai warganya justru sengsara,” sindirnya.

Lahan PAG selama ini bukan hanya untuk cocok tanam. Mereka ada yang memanfaatkan untuk membuat tambak dan membuka jasa pariwisata.

Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana yang menemui warga lebih banyak mendengarkan curhat dari warga. Satu per satu aspirasi dari masyarakat pesisir Kulonprogo dicatat. “Silakan, sampaikan semua unek-uneknya,” ajaknya. (kus/yog/mg2)