GUNUNGKIDUL – Upaya pencarian terhadap dua orang santri yang hilang digulung ombak Pantai Wedi Ombo, Jepitu, Girisubo berakhir sudah. Dua santri tersebut ditemukan telah meninggal.

Kemarin (15/9), Tim SAR mengevakuasi dua korban meninggal lain masing-masing, Alifsyah,16, kelas 10 dengan alamat Balikpapan; Hade,16, kelas 10 beralamat Jakarta. Sehari sebelumnya, korban atas nama Alam,16, kelas 10 beralamat Samarinda lebih dulu ditemukan.

“Dua jenazah korban yang kami temukan hari ini (kemarin) dibawa ke RSUD Wonosari untuk divisum,” kata Koordinator Tim SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Banyu Sagara.

Kedua korban ditemukan tidak jauh dari lokasi keduanya terseret ombak. Jenazah Hade dievakuasi sekitar pukul 05.30, sementara Alifsyah ditemukan 75 meter dari lokasi setengah jam kemudian.

Dengan demikian, semua korban yang semula dinyatakan hilang sudah ditemukan. Sunu berharap, kasus serupa tidak terulang kembali. Dia mengimbau wisatawan yang akan berkegiatan di sekitar pantai agar mewaspadai gelombang tinggi. “Gelombang tidak bisa diprediksi, bisa datang sewaktu-waktu,” ujarnya.

Kejadian nahas tersebut menimpa rombongan santri Pondok Pesantren Panata Gama Condrowangsan, Potorono, Banguntapan, Bantul dua hari lalu. Empat orang tergulung ombak Laut Selatan, tiga di antaranya dinyatakan hilang.

Keempat korban masing-masing, Alam, Alifsyah, Hade, dan satu korban selamat atas nama Vikri Ramadani,16, asal Kalimantan.

Peristiwa nahas berawal saat rombongan santri berjumlah 27 orang menginap di kawasan TKP. Pagi itu, sekitar pukul 05.30, sebanyak 9 santri mandi di laut. Secara mengejutkan, ombak datang menghantam. Diduga tidak bisa berenang, keempat santri terseret arus deras kemudian hanyut terbawa gelombang. (gun/iwa/mg1)