KULONPROGO – Sekitar 80 persen warga terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon memilih ganti rugi uang. Tenggat pencairan diperkirakan mundur, untuk memfasilitasi warga yang berhalangan hadir.

“Angkasa Pura (AP) I sudah memulai pembayaran Rabu (14/9) dan target selesai Selasa (4/10). Namun ada warga berhalangan hadir, maka pelayanan diperpanjang sampai Kamis (6/10),” kata Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIJ Arie Yuriwin di Balai Desa Palihan, Temon, kemarin (15/9).

Secara keseluruhan AP I melakukan pembayaran ganti rugi untuk 3.444 bidang sesuai data BPN. Namun banyak warga yang sebelumnya minta ganti rugi relokasi atau tanah, beralih memilih ganti rugi uang.

Maka proses ganti rugi uang didahulukan, setelah itu baru mengakomodir ganti rugi relokasi dan tanah pengganti. Untuk relokasi dan ganti rugi tanah, BPN akan meminta AP I menyampaikan desain ganti rugi relokasi.

“Jika warga sudah setuju tanah relokasinya atau tanah pengganti yang disesuaikan dengan nilai uang yang diterima, maka baru kami buatkan berita acara pelepasan hak,” kata Yuriwin.

Jika AP I sudah akan melakukan pembangunan fisik, maka sesuai UU, wajib memfasilitasi warga. Seperti menyiapkan rumah pengganti sementara, bisa disewakan atau dikontrakkan.

“Pelepasan hak objek relokasi menjadi kewenangan AP I. Dalam menyiapkan relokasi harus bekerjasama dengan Pemkab Kulonprogo,” kata Yuriwin.

Sementara itu, proses pembayaran ganti rugi hari kedua berjalan lancar. Ada 294 undangan yang dilayangkan kepada warga terdampak, dan 250 warga sudah memenuhi undangan dan dibuatkan berita acara.

Namun ada yang berhalangan hadir karena tengah menunaikan ibadah haji, pergi ke luar kota, berkas kurang lengkap. Sisanya adalah warga yang meminta diukur ulang dan harus menunggu keputusan pengadilan.

Warga yang menolak dan tidak mengajukan gugatan, ganti rugi akan dititipkan pengadilan. Tanah yang masih bermasalah solusinya adalah konsinyasi (uang dititipkan ke pengadilan). Karena proses pembangunan bandara akan tetap dilangsungkan. (tom/mg2)