PURWOREJO – Pemerintah pusat melakukan uji coba penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) pada 50 kabupaten/kota di Indonesia. Menjadi bagian dalam uji coba ini, Purworejo resmi meluncurkan kartu dan membagikan kepada 50 anak perwakilan PAUD hingga SLTP.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, KIA merupakan program baru yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga masih memerlukan persiapan dan sosialisasi. “Kepemilikan KIA ini merupakan bentuk pemenuhan hak konstitusional yang penting, karena menjadi salah satu identitas anak yang dilindungi negara,” ungkap Yuli saat melaunching KIA di SMPN 3 Purworejo, kemarin (16/9).

Hadir dalam kesempatan ini, antara lain, pimpinanan DPRD Munawir, anggota Komisi A Ngadianto, staf ahli bupati bidang kemasyarakatan dan SDM drg Nancy Megawati MM, Sekretaris Dikbudpora MGS Sukusyanto, dan Camat Kutoarjo Sudaryono.

Lebih jauh Wabup mengatakan, program KIA merupakan salah satu upaya untuk menjamin dan melindungi anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal. Ini sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dikatakan, pemkab terus berupaya memenuhi hak sipil anak serta mendorong peningkatan kesejahteraan anak. Baik secara jasmani maupun rohani, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Purworejo sebagai kabupaten layak anak.

“Setelah diluncurkannya KIA ini, saya berharap ke depan bisa meminimalisasi terjadinya eksploitasi terhadap anak-anak di Kabupaten Purworejo. Karena secara otomatis dengan kepemilikan KIA, nama sekaligus alamat lengkap si pemilik tercantum dalam kartu itu, yang memudahkan pemerintah memantau keberadaan mereka dan orang tuanya,” harap Wabup.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto menjelaskan, penerbitan KIA dibagi dalam dua kategori yakni penerbitan KIA bagi anak usia 0-5 tahun, dan penerbitan KIA untuk anak di atas 5 tahun sampai 17 tahun kurang 1 hari.

“Untuk kategori anak usia 0-5 tahun akan diterbitkan bersamaan penerbitan akta kelahiran, KK baru dan tanpa foto,” ujarnya. (udi/laz/mg2)