BANTUL – Kabar menggembirakan bagi Persiba Bantul. Bupati Suharsono siap mencarikan solusi atas persoalan pelik yang dihadapi manajemen Persiba, dengan membantu menyediakan mess baru bagi seluruh pemain klub berjuluk Laskar Sultan Agung ini.

Hal ini dilakukan menyusul diambilnya mess lama yang terletak di Jalan Bantul Km 9,5 Karanggede, Pendowoharjo, Sewon itu oleh Pemkab Bantul. “Nanti dicarikan aset daerah yang masih kosong,” jelas Suharsono saat ditemui di Kompleks DPRD Bantul, kemarin (16/9).

Tetapi sikap bupati ini dengan satu syarat. Suharsono meminta manajemen Persiba datang menemuinya untuk mengutarakan persoalan pelik yang dihadapi manajemen Persiba saat ini. Sebab, hingga kemarin belum ada satu pun manajemen Persiba yang datang. “Belum ada yang kulo nuwun,” ucapnya.

Suharsono sebenarnya sudah mendengar persoalan yang dihadapi Persiba. Hanya ia pakewuh andai langsung turun tangan ikut mencarikan solusi. “Nanti ndak dikira saya gila kehormatan,” kelakarnya.

Di samping itu Suharsono juga khawatir salah langkah bersikap, jika tanpa mendengar langsung dari manajemen Persiba. “Kalau dari Persiba sendiri belum laporan ke saya, bagaimana saya memikirkan,” lanjutnya.

Menurutnya, bekas mess Persiba akan dijadikan sekretariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Sementara pemkab tidak memperpanjang masa sewa bangunan yang semula untuk penginapan para calon transmigran ini. Masa sewa habis April lalu, sehingga para pemain Persiba harus angkat kaki.

Terlepas dari itu, Suharsono mengaku menaruh perhatian besar terhadap klub yang ikut mengharumkan nama Bantul ini. Bahkan ia juga punya angan-angan manajemen Persiba mengadopsi metode pembibitan pemain muda yang diterapkan beberapa klub elite. (zam/laz/mg2)