MAGELANG – Pemkot Magelang sedang mengkaji soal pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi. Pemkot pun memberikan dukungan penuh untuk memotivasi para atlet agar bisa meraih prestasi membanggakan Kota Magelang. Salah satu bentuk penghargaan adalah pemberian tali asih atau uang pembinaan yang memadai.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mengatakan, terkait pemberian apresiasi kepada atlet berprestasi, pemkot tidak akan menutup mata. Ia juga akan mengkaji pendidikan gratis hingga jenjang kuliah untuk atlet yang bisa mengharumkan nama Kota Magelang.

Ia menilai, prestasi olahraga penting, namun pendidikan juga tidak kalah penting. Keduanya harus sama-sama berjalan dengan baik. “Untuk pemberian tali asih dan jaminan pendidikan gratis, kami akan mengacu sesuai mekanisme yang ada. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari karena melanggar aturan,” katanya kemarin (16/9).

Wawali menyampaikan hal ini saat upacara Haornas ke-33 dan HUT PMI ke-71 di halaman depan Kantor Wali Kota Magelang, kemarin (16/9). Seperti diketahui, 20 atlet Kota Magelang mewakili Jateng pada PON XIX 2016 di Jabar. Sebanyak 20 atlet itu dari cabang olahraga bola basket (2 atlet), paralayang (1 atlet), selam (1 atlet), sepakbola (1 atlet), barongsai tradisional (8 atlet), barongsai kecepatan (2 atlet), arung jeram (3 atlet), dan tarung derajat (2 atlet).

Ia pun mendorong kepada sekolah untuk memantau siswanya yang memiliki bakat di bidang olahraga. Pembibitan atlet berprestasi akan mudah dilakukan jika sekolah ikut terlibat aktif dalam pencarian bakat siswa. “Sekolah punya peran penting sebagai pintu awal penyaringan calon-calon atlet berprestasi,” ujarnya.

Windarti mengakui, untuk menjaring bakat siswa di bidang olahraga memang tidak mudah. Harus ada kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, urusan mencari bibit unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) saja, melainkan juga menjadi tugas sekolah, termasuk masyarakat. (ady/laz/mg2)