MELIHAT banyaknya peminat aksesori fesyen dari bahan kulit belakangan ini, membuat Rahayu Kusuma Anggraheni, 32, memutuskan mendirikan usaha pembuatan tas kulit. Kendati baru berjalan setahun lebih satu bulan, usahanya sudah banyak dilirik pecinta tas kulit dan brand lain yang mempercayakan produksi di Radoce Bags.

Ditemui di Kramen, Sidoagung, Godean, Sleman, siang kemarin, Rahayu mengaku, semakin ke sini bisnisnya mulai kebanjiran order. Dia bersama dua belas karyawan memproduksi tas kulit untuk perempuan dan pria dengan berbagai model yang up to date setiap minggu. Dibantu sang suami Dodi Ariyanto, 32, di balik meja, bisnis tas kulit ini mampu memberikan pendapatan hingga puluhan juta setiap bulannya.

Tas kulit produksinya dibanderol mulai harga Rp 600 ribu hingga Rp 1,8 juta per item. Harga yang relatif mahal tersebut tidak menyurutkan minta pembeli. Menurut Rahayu, hal itu terjadi karena kemapuan daya beli masyarakat saat ini sudah meningkat.

“Kebanyakan konsumen sekarang kalau sudah suka ya beli, apalagi kolektor tas kulit yang tidak pernah bosan order di sini,” ungkapnya.

Menilik di ruang produksinya, tas kulit buatan Rahayu ini memang terbilang beda dari yang lain. Mulai dari desain dan warna yang sangat variatif membuat bisnisnya tidak pernah sepi order. Untuk bahan dasar tas kulit produksinya, dia sudah mempercayakan salah satu supplier untuk menyediakan bahan berkualitas.

Dalam sehari karyawan Rahayu bisa memproduksi dua sampai tiga tas kulit. “Model dan desain juga mempengaruhi lama tidaknya prosesnya pembuatan,” tambahnya.

Dia juga menceritakan dalam proses mencari karyawan tersebut menjadi kendala awal saat mendirikan usahanya. Rahayu dan suami harus memberikan pelatihan atau training terlebih dahulu selama tiga bulan. Sehingga karyawannya dapat memproduksi tas dengan jahitan dan kualitas terbaik. (cr1/ila/mg1)