SLEMAN – Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Province Championship DI Jogjakarta berlangsung super meriah. Sebanyak 790 anak dari kabupaten kota Jogjakarta memadati Bumi Perkemahan Babarsari, Minggu (18/9). Diawali dengan mendirikan tenda, masing-masing regu mampu menunjukan kekompakan mereka.

Salah satu tenda yang mampu mencuri perhatian adalah milik regu putra SDN Krapyak Godean Sleman. Gapura yang mereka susun menyerupai gapura mantenan. Tidak hanya bendera, beragam buah seperti kelapa gading, pisang hingga anyaman janur menjadi gapura andalan mereka.

“Membuatnya bareng kak Pembina dari sekolah. Ingin tampil beda tapi mengusung konsep yang tradisonal. Sudah disiapkan jauh-jauh hari, khusus untuk ISC Jogjakarta,” kata ketua regu Damar Dewantara.

Tim yang berjuluk tim Garuda ini memang terlihat sangat bersemangat. Setelah mendirikan tenda, masing-masing anggota regu menyiapkan perlengkapan lainnya. Mulai dari peralatan memasak hingga membuat pioneering gantungan baju.

Selain Damar, regu garuda beranggotakan Okta Saputra, Muhammad Kesha Afrazel, Faiz Zadu Haiba, Arya Danendra Dewansyah, Rafi Dwi Yanuar. Adapula Rafa Akbar Ramadhan, Hasta Sunardi, Ilham Muhammad Fajar, Faizal Syarief Effendi, Dandi Wahyu Dwi Purnomo dan Yohanes Galang.

“Target kita untuk ISC bisa meraih gelar champion dan mewakili Jogjakarta. Tapi kita juga senang karena diajang provinsi ini bisa ketemu teman-teman pramuka dari daerah lainnya,” kata Damar.

Hari pertama ISC setiap penuh dengan games dan tantangan yang menyenangkan. Diawali dengan pioneering yang bermodalkan tali dan tongkat. Beragam bentuk dihasilkan dengan teknik tali temali pramuka.

Seperti regu Sakura dari SDN Wonorejo 1 Kulonprogo. Regu putri ini membuat Gubug ISC menggunakan tali dan tongkat mereka. Kekompakan sangat terlihat saat tali temali untuk mengunci beberapa tongkat.

“Persiapan untuk final berlatih selama seminggu. Kepikiran untuk membuat gubug waktu pioneering karena bentuknya bagus. Tidak ada kendala karena sudah berlatih tim setiap harinya,” kata ketua regu Wahyu Nur Lailia.

Atika lis Widowati External Event dari PT. DBL Indonesia mengungkapkan ISC mendukung kreatifitas dan kekompakan anak. Semua games dan tantangan yang disusun berdasarkan kerjasama tim. Sehingga memang setiap regu harus kompak untuk menyelesaikan setiap permainan.

“Ada 790 anak yang tergabung dalam 79 regu dan terbagi menjadi 41 regu putra dan 38 regu putri. Mereka adalah regu terbaik yang mewakili kabupaten kota di Jogjakarta. Ditahapan provinsi, tantangan games meningkat 50 persen. Kekompakan regu tentu menjadi kuncinya,” jelasnya. (dwi/mg2)