Komunitas Jogja Night at the Museum mengadakan games seru, Amazing Race, di Museum Benteng Vredeburg Jogjakarta akhir pekan kemarin. Para peserta belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. Mereka dituntut untuk bisa memecahkan misteri sesuai clue yang diberikan. Seperti apa keseruannya?
VITA WAHYU HARYANTI, Jogja
TEMA yang diangkat dalam Amazing Race ini adalah Melacak Jejak Bung Karno di Jogja. Peserta yang mengikuti permainan ini harus melacak dan menemukan jawaban tentang sejarah Bung Karno saat tinggal di Jogja pada masa revolusi 1945-1949.

Para peserta mendapatkan manfaat ganda saat mengikuti kegiatan ini. Selain belajar sejarah, mereka juga mendapatkan pengalaman seru, ditambah lagi mendapatkan teman baru. Karena pesertanya berasal dari berbagai usia dan latar belakang.

Panitia Amazing Race Samantha Aditya Putri mengatakan, aksi ini merupakan salah satu kegiatan mengenalkan sejarah yang mungkin tidak pernah didapatkan di masa sekolah. “Seperti jejak Bung Karno yang pernah tinggal di Jogja, banyak masyarakat umum sendiri tidak tahu tentang sejarah atau cerita itu,” jelasnya.

Malam hari itu, Amazing Race diikuti kurang lebih 40 peserta yang diacak oleh panitia, tujuannya agar mereka mendapatkan teman baru dari kegiatan tersebut. Selain itu, Samantha mengungkapkan, dengan kegiatan seperti ini dapat membantu usaha pemerintah dalam melestarikan peninggalan sejarah, baik museum maupun sisi histori ceritanya.

“Komunitas Jogja Night at the Museum ingin terus berkreasi mengadakan permainan seru lainnya untuk menarik wisatawan lokal maupun mahasiswa baru yang belajar di Jogja. Agar mereka bisa menilik peninggalan-peninggalan sejarah di Jogja,” ungkapnya.

Samantha menuturkan, para peserta hanya diberi sedikit clue (petunjuk). Yakni dengan memberikan peta Jogja dan denah Museum Benteng Vredeburg saja. Nah, para peserta juga harus mencari jawaban dari soal-soal yang diberikan oleh panitia. Mereka harus menanyakan ke narasumber yang sudah disediakan oleh panitia di beberapa lokasi, salah satunya di kawasan Titik Nol Kilometer Malioboro.

Salah satu peserta, Hernawan, 19, mengatakan, kegiatan ini merupakan pengalaman baru baginya. Dia bersama kelompoknya harus kejar-kejaran untuk mencari narasumber yang sudah ditentukan. Sebab panitia memberikan batasan waktu dalam tiap sesi.

“Seru banget, apalagi harus mencari jawaban di antara kerumunan orang di Malioboro,” ungkap mahasiswa Ilmu Sejarah UNY ini.

Terlebih, mereka juga harus mewawancari sejumlah warga lain. Nah, kebanyakan warga saat ditanyai tentang Bung Karno ketika tinggal di Jogja, kebanyakan juga tak tahu. “Mereka hanya mengetahui sejarah Hamengku Buwono IX atau Jenderal Sudirman saja,” jelas Hernawan.

Hal itu, lanjutnya, membuat kelompoknya merasa kesulitan menemukan jawaban yang benar. Meski begitu, setelah permainan selesai, panitia memberikan jawaban yang benar dan mengadakan diskusi bersama dengan seluruh peserta. (ila/mg1)