JOGJA – Produsen benih sayuran tropis ‘Cap Panah Merah’ PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana membangun bank plasma nutfah atau Gene Bank. Ini dilakukan untuk tujuan penelitian pemuliaan sayuran bagi seluruh masyarakat pertanian Indonesia. Juga penelitian dan pengembangan mesin processing benih jagung.

“Salah satu tantangan dalam pengelolaan sumber daya genetik adalah besarnya erosi plasma nutfah. Sejumlah penelitian menunjukkan, erosi genetik bias mencapai 75 persen, sehingga banyak potensi yang hilang sebelum sempat dimanfaatkan. Karena itu, pembangunan bank plasma nutfah penting untuk mengkonservasi atau menyelamatkan potensi genetik Indonesia yang sangat tinggi,” kata Direktur Utama EWINDO Glenn Pardede unsai menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan UGM di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (20/9). Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan bersama Rektor UGM Prof Dwikorita Karnawati PhD.

Selain bank plasma nutfah, kerja sama antara EWINDO dengan UGM akan diwujudkan dalam bentuk kegiatan magang /kerja praktik dan dilibatkan dalam proses perekrutan tenaga kerja untuk mencari tenaga-tenaga muda potensial untuk membangun pertanian Indonesia.

“Harapannya, terjalin sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal dan memiliki daya saing tinggi,” tegasnya.

Selain dengan perguruan tinggi, EWINDO juga menjalin kerja sama dengan memberikan pelatihan pertanian melalui program tanggung jawab sosial bagi siswa SMP, SMA dan Sekolah Berkebutuhan Khusus. EWINDO turut serta membangun pertanian Indonesia melalui pemberian beasiswa bagi putra-putra petani maupun karyawannya.

Di luar itu, EWINDO ikut mendorong tumbuhnya inovasi di kalangan mahasiswa melalui kegiatan lomba inovasi di bidang pertanian. Secara kontinu, EWINDO juga melaksanakan program pembinaan pada petani sayuran di seluruh Indonesia.

“Kami berharap kerja sama ini bias dilaksanakan dengan baik dan berkontribusi pada industri hortikultura pada khususnya serta kemajuan bangsa dan negara Indonesia pada umumnya,” tegas Glenn.(hes/dem)