Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Joko Prastowo memotong tumpeng pada acara Dies Nalatis FKH UGM ke-70 tahun di kampus setempat, Selasa (20/9). (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online).
JOGJA – Selasa (20/9) kemarin Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM genap berusia 70 tahun. Diusianya yang sudah matang tersebut, pejabat dan dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM berkeinginan mewujudkan ambisinya sebagai satu-satunya Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia yang bertaraf internasional. Namun, untuk mewujudkan keinginan cita-cita tersebut FKH UGM terus menyempurkan berbagai persyaratan dan fasilitas yang ada di fakultas. Tujuannya agar FKH lolos pada akreditasi internasional yang dilakukan oleh lembaga independen.

“Agar cita-cita menjadi Fakultas Kedokteran Hewan terwujud, kami terus berusaha memperbaiki diri seperti mendorong para dosen terus membuat karya ilmiah, memperbanyak penelitian, pengabdian masyarakat, dan menyempurkan laboratorium,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Joko Prastowo didampingi Wakil Dekan Vidang Penelitian kepada Masyarakat dan Kerja Sama Soedarmanto Indarjulianto usai acara Dies Nalatis FKH UGM ke-70 tahun di kampus setempat, Selasa (20/9).

Menurut Joko, ambisi FKH UGM menjadi fakultas bertaraf internasional sejalan dengan keinginan universitas. Sebagaimana diketahui, pada 2019 mendatang UGM akan melakukan akreditasi internasional. Nantinya, akreditasi internasional menjadi modal utama bagi FKH dan Universitas dalam menghadapi pasar bebas Asean atau MEA. Selain itu, Akreditasi Internasional akan memudahkan mendapatkan dana hibah dan penelitian tingkat internasional.

Untuk mempercepat proses akreditasi internasional, FKH kerap melakukan seminar dan mendatangkan dosen asing seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu dengan mendatangkan dose nasal Jerman.

“Kami juga aktif melakukan pengabdian masyarakat. Beberapa waktu lalu kami mengerahkan sebanyak 400 mahasiswa yang disebar di berbagai daerah seperti Pacitan, Grobokan dan ngecek kuda di Gamping. Mereka ikut mengecek dan memantau hewan korban yang akan disembelih pada Idul Adha,” jelas Joko. (ama/dem)