JOGJA – Peta politik jelang pelaksanaan Pilwali Jogja 2017 makin dinamis. Jika sebelumnya kemungkinan hanya mempertemukan dua petahana, Haryadi Suyuti dan Imam Priyono, yang akan bertarung head to head. Kini bisa jadi akan muncul calon ketiga. Hal itu jika DPP Partai Gerindra dan PPP akan langsung mendaftarkan calonnya ke KPU Kota Jogja.

Hingga kemarin (19/9) tinggal Partai Gerindra dan PPP yang belum menentukan pasangan calon yang akan diusung dalam pilwali nanti. PDIP dipastikan mengusung Wakil Wali Kota Jogja saat ini Imam Priyono, yang kemungkinan besar akan dipasangkan dengan Assiten Sekretaris Kota Jogja Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Fadli.

Bahkan IP, sudah merencanakan mendaftar pada hari pertama pendaftaran ke KPU Kota Jogja Rabu (21/9) besok. “Insyaallah pada hari pertama (Rabu) kami akan mendaftarkan diri,” ujar IP ketika dihubungi, kemarin (19/9).

Meski sudah memastikan akan mendaftar di hari pertama pendaftaran, namun IP belum mengatakan siapa wakil yang akan mendampinginya nanti. “Nanti akan kami bacakan saat mau mendaftar,” kilahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja saat ini Haryadi Suyuti sudah mendapat rekomendasi dari Partai Golkar yang kemungkinan berkoalisi dengan PAN dan PKS. Secara resmi HS memang belum mendeklarasikan diri akan berpasangan dengan Ketua DPC PAN Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP), tapi HS mengaku sudah sreg maju dengan HP.

Menurut HS, pilihan pada HP sebagai wakilnya karena merupakan pilihan rasional dalam politik. Heroe juga dianggap bisa bekerja sama dengan baik dalam membangun Jogja. Kapan HS akan mendaftar ke KPU?

“Tunggu saja, berkas persyaratan sudah disiapkan, sudah ada komitmen untuk maju,” ujarnya.

Selain HS dan IP, siapa orang ketiga yang akan maju? Jawabannya tinggal menunggu langkah yang akan diambil Partai Gerindra dan PPP.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Dharma Setiawan mengaku hingga kemarin belum mendapat nama pasangan yang akan diajukan. “Mudah-mudahan sebelum batas akhir pendftaran sudah ada keputusan,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPC PPP Kota Jogja Supriyanto Untung mengatakan, sebelumnya sudah ada komunikasi tiga parpol yaitu PPP, Partai Gerindra, dan PKS. Tapi, di tengah jalan PKS merapat ke kubu HS. Gerindra tidak bisa maju sendiri karena hanya memiliki lima kursi di DPRD Kota Jogja.

“Sampai sekarang kan kami (DPC PPP Kota Jogja) hanya mendukung, tidak mengusung,” jelasnya.

Tapi, kondisi akan berbeda jika akhirnya DPP PPP kubu Romahurmuzi, yang sudah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM, akhirnya mengusung sendiri calonnya bersama DPP Partai Gerindra. “Bisa saja pada akhirnya DPP maju sendiri, tanpa melalui DPC PPP,” ujarnya.

Menurut anggota DPRD Kota Jogja itu jika langkah tersebut yang diambil, bisa membuyarkan komunikasi yang dibangun di tingkat Kota Jogja. Menurut dia, langkah tersebut bisa mencederai para pengurus DPC PPP Kota Jogja. Jika hal itu benar terjadi, pihaknya menyerahkan kembali ke konstituen untuk pilihan politiknya.

Di sisi lain, Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto mengatakan, dalam aturanya memang memungkinkan DPP parpol mendaftarkan sendiri calon pasangan yang akan diusung dalam Pilwali Jogja nanti. Dalam pengumuman pendaftaran bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, yang dikeluarkan KPU Kota Jogja 14 September lalu, juga bisa dilakukan oleh atau gabungan parpol tingkat pusat. “Pengurus parpol pusat itu harus datang sendiri,” ujarnya.

Untuk DPP yang akan mencalonkan langsung, Wawan mengatakan, harus mengisi formulir pengambilalihan pendaftaran dari pimpinan partai tingkat kota. Wawan menambahkan, saat proses pendaftaran, sepanjang parpol membawa surat rekomendasi dan surat keputusan DPP akan diproses. “Tapi kalau tidak akan kami kembalikan,” ujarnya.

Wawan mengaku untuk verifikasi surat keputusan parpol, pihaknya akan mengikuti KPU Pusat. Dalam prosesnya KPU Pusat sudah berkirim surat ke Kemenkumham untuk meminta SK penetapan. DPP parpol yang diakui Kemekumham tersebut akan dimintai menyerahkan surat kepengurusan parpol di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Surat-surat tersebut yang akan kami pegang dan disandingkan dengan surat yang dibawa parpol saat mendaftar, jika tidak sesuai kami kembalikan,” jelasnya. (pra/ila/mg1)