JOGJA – De Mata dan De Arca Museum menggelar acara “Indahnya Berbagi Kasih” yang diikuti 150 anak difabel dan yatim piatu kemarin (18/9). Pihak De Mata dan De Arca mengundang anak-anak berkebutuhan khusus dari “La Tahzan” dan Panti Asuhan “Miftahunnajah”.

Petrus Kusuma selaku owner De Mata dan De Arca Museum mengatakan, ini merupakan kegiatan untuk memberikan ruang belajar yang baru kepada anak-anak difabel dan yatim piatu di Jogjakarta. “Mereka dapat belajar di sini mulai dari tokoh-tokoh dunia yang kami hadirkan mirip sesuai figurnya seperti Barack Obama, Ratu Elizabeth, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Tri Kirana Muslidatun, istri Wali Kota Jogja Haryadi Suyudi yang turut hadir dalam acara ini juga menyampaikan apresiasinya terhadap pihak De Mata dan De Arca yang memberikan fasilitas untuk anak-anak difabel dan yatim piatu yang belum pernah datang ke museum itu. “Kegiatan ini merupakan cara untuk mengenalkan kepada mereka bahwa di Kota Jogja ada tempat-tempat yang potensial untuk belajar, salah satunya De Mata dan De Arca Museum ini,” ungkapnya.

Menurut Ari Budi Haryanti, salah satu orangtua anak berkebutuhan khusus, acara ini membantu sekali untuk menambah pengetahuan anaknya. “Selain itu di sini anak saya bertemu teman-teman baru yang membuatnya tidak merasa minder lagi,” terang ibu yang baru pertama kali mengikuti acara seperti ini.

Hal senada juga disampaikan Umdatusahilah, 15, dari Panti Asuhan Miftahunnajah yang mengatakan sangat senang mengikuti acara ini. “Ini pengalaman pertama saya masuk ke museum yang ada figur tokoh-tokoh dunia. Saya bisa belajar sejarah dan negara asal tokoh-tokoh itu,” tuturnya.

Dengan keberhasilan acara ini, Petrus ingin mengadakan kegiatan yang sama setiap bulannya untuk anak-anak difabel dan yatim piatu di Jogjakarta maupun di luar Jogjakarta. (cr1/laz/mg1)