Semangat kebersamaan siswa dan guru SMPN 13 Kota Magelang patut ditiru. Mereka rela menyisihkan sebagian uangnya untuk diinfaqkan. Uang itu kemudian digunakan untuk pembangunan masjid sekolah.

ADI DAYA PERDANA, Mungkid

Para guru menyisihkan gajian mereka sedikit demi sedikit. Sementara para siswa rela menyisihkan uang sakunya masing-masing. Semangat mereka satu, masjid sekolah bisa lebih representatif dan bisa menampung jamaah yang lebih banyak.

Sebelumnya, masjid sekolah hanya satu lantai yang mampu menampung maksimal 100 orang. Setelah melalui rapat sekolah, kemudian diputuskan rencana pembangunan masjid dengan sumber dana dari infaq para guru dan siswa.

Setiap bulan guru menginfaqkan sebagian gajinya, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu per guru. Sedangkan infaq dari siswa juga tidak ditentukan nominalnya. Para siswa melakukan infaq hampir setiap hari.

“Masjid ini kami bangun mulai 2013 silam. Ada juga donatur dari luar sekolah,” kata Kepala SMPN 13 Kota Magelang Imam Baihaqi kemarin (19/9).

Dari infaq itu, dana yang terkumpul sampai sekarang sebesar Rp 653 juta. Padahal kebutuhan dananya sekitar Rp 702 juta. Untuk menutupi kekurangan itu, para guru sepakat menalangi kekurangan dananya. Sekolah juga masih membuka kesempatan kepada siapa pun yang ingin menyumbang bisa langsung menghubungi pihak sekolah. “Sampai sekarang infaq terus berjalan,” katanya.

Setelah direhab, masjid mampu menampung sekitar 300 jamaah. Masjid yang diberi nama At Taqwa ini memiliki dua lantai dengan ukuran 12 x 10 meter. Selain guru dan siswa, masjid juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk salat Jumat, tarawih dan salat lima waktu.

“Saya baru masuk sekolah ini sekitar 2010 lalu. Setelah melihat masjid kok kurang representatif, kemudian kami rapat dengan guru untuk membangun masjid ini melalui infaq,” kata Imam.

Dikatakan, pembangunan Masjid At Taqwa sangat penting bagi warga sekolah. Seperti guru, siswa dan masyarakat sekitar yang jumlahnya banyak. Di sekitar sekolah dinilai belum ada masjid yang representatif.

Untuk kepengurusan masjid, sekolah juga melibatkan warga sekitar. Tidak hanya untuk kegiatan intern sekolah, untuk kegiatan keagamaan banyak pihak luar sekolah yang ikut terlibat.

“Tak hanya warga sekitar, para siswa calon bintara (Secaba) banyak yang salat di Masjid At Taqwa. Saya berharap keberadaan masjid ini bisa makin meningkatkan semangat umat Islam dalam beribadah,” jelasnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memberikan apresiasi atas inisiatif sekolah membangun tempat ibadah. Hal semacam ini bisa menjadi inspirasi dan ditiru oleh sekolah lain yang belum memiliki masjid representatif.

“Saya berharap masjid ini bisa meningkatkan ukuwah Islamiyah. Apalagi sangat mendukung visi untuk mewujudkan Kota Magelang yang religius,” katanya, saat meresmikan masjid ini. (laz/mg2)