APRESIASI: Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja DIJ, Nur Asnawi Azis saat memberikan pertanyaan kepada siswi yang mengikuti sosialisasi. Pelajar yang dapat menjawab mendapatkan hadiah berupa flasdisk. (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online).
JOGJA – Dalam acara tersebut PT Jasa Raharja juga memberikan doorprize berupa flasdisk. Hadiah itu diberikan bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para pemateri. Diantara siswa yang mendapatkan flasdisk adalah Trianisa. Ia berhasil menjawab pertanyaan siapa saja ahli waris korban kecelakaan yang berhak menerima santunan.

“Yang berhak menerima santunan adalah suami/isteri, bapak/ibu, dan anak,” jelas Trianisa.

Selain Trianisa, Fahrisa, Putra, dan Ramhadi juga mendapatkan flasdisk. “Penumpang angkutan umum gelap yang mengalami kecelakaan tidak mendapatkan santunan. Sebab, para penumpang tidak membayar premi kepada PT Jasa Raharja,” jelas Putra.

Ikut pula memberikan materi sosialisasi yaitu Kasi Dikmas Dikyasa Ditlantas Polda DIJ Kompol Sukidjo. Acara sosialisasi ini diikuti oleh ratusan siswa dan guru sekolah setempat.

Disisi lain, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Sukisno Suryo mengapresiasi PT Jasa Raharja yang telah mengadakan sosialisasi UU Lalu Lintas bersama Ditlantas Polda DIJ di sekolahnya. Baginya, sosialisasi ini sangat penting karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan para siswa dan guru yang ada di sekolahnya. Pascasosialisasi ini, para pelajar diharapkan dapat membantu meneruskan informasi bagaimana tata cara pengurusan santunan kecelakaan kepada keluarga atau tetangganya ketika mengalami musibah kecelakaan lalu lintas.

Apalagi, jumlah siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja sangat banyak yaitu 1.287 orang. Para siswa terbagi kedalam 8 jurusan seperti jurusan kendaraan ringan ringan, gambar bangunan, dan jurusan listrik.

“Jadi, sangat tepat PT Jasa Raharja memilih sekolah ini untuk melakukan sosialisasi pengurusan santunan kecelakaan. Sebab, diantara para siswa sudah ada yang memiliki SIM dan membawa sepeda motor ketiga berangkat dan pulang sekolah,” kata Sukisno. (ama/dem)