PURWOREJO – Berhasil memberdayakan masyarakat mengelola sampah rumah tangga, Desa Trirejo, Loano, Purworejo, mewakili kabupaten ini dalam Lomba Bersih Sehat (LBS) Tngkat Provinsi Jawa Tengah. Melihat proses dari dekat, tim penilai mendatangi desa ini kemarin (19/9).

Tim yang terdiri atas Badan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (Bapermades), Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan PKK Jawa Tengah melakukan penilaian untuk pemberdayaan serta usaha penyehatan lingkungan yang melibatkan masyarakat. Mendukung proses penilaian warga menampilkan beberapa produk yang dihasilkan dari sampah.

“Kami sempatkan memaparkan potensi dan upaya kami dalam memberdayakan masyarakat,” ungkap Kepala Desa Trirejo Dwi Darmawan.

Dikatakan, upaya pengelolaan sampah dimotori Karang Taruna Tri Guyub Rukun Trirejo sejak tahun 2013. Didukung pihak desa, mereka bahu membahu memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan sampah memiliki nilai jual.

“Sampah adalah masalah bersama dan keberadaannya sebagaimana kita tahu bisa mengancam kesehatan masyarakat, dan utamanya kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Sampah yang ada selama ini, diolah menjadi kompos dan hasilnya dijual kepada masyarakat. Sedangkan sampah yang tidak terurai dan memiliki nilai jual diambil pengepul ataupun diolah menjadi barang kerajinan.

“Kami tidak hanya mengandalkan ajakan lisan. Kami memiliki cara-cara berbeda agar warga semakin peduli dengan sampah, antara lain, menggunakan media film pendek yang sengaja kami produksi atau mementaskan drama,” tambahnya.

Ketua Tim Penilai LBS Jateng 2016 Budhi Agung S mengatakan, tim menilai aspek pemberdayaan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Fokus penilaian dengan melihat peran PKK dalam meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Selain Purworejo, dalam LBS Jateng 2016 ini ada lima kabupaten yang mengikuti penilaian, antara lain, Karanganyar, Pati, Batang, Demak, dan Wonogiri. Sementara untuk kelurahan diikuti wakil dari Kota Pekalongan dan Kota Tegal. (udi/laz/mg2)