JOGJA – Rencana pemberian tali asih kepada petani penggarap 160 hektare lahan Paku Alam Ground (PAG) belum jelas. Pihak Puro Pakualaman masih menunggu transfer ganti rugi senilai Rp 727 miliar dari PT Angkasa Pura I.

“Besarnya berapa, mekanisme seperti apa, menunggu putusan Kanjeng Gusti (KGPAA Paku Alam X),” ujar Penghageng Kawedanan Keprajan Puro Pakualaman Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Suryo Adinegoro kemarin (19/9).

Keluarga Paku Alam yang bernama lahir Bayudono ini menegaskan, Pakualaman dalam masalah pembangunan bandara baru sebenarnya bernasib sama dengan penggarap lahan. Jika petani kehilangan mata pencaharian, Puro Pakualaman kehilangan tanah.

“Kalau mereka menuntut tali asih dengan menentukan nilai itu, bagaimana etikanya? Selama ini mereka menggarap lahan tidak pernah setor ke Pakualaman,” jelasnya.

Alasan petani jika lahan itu naik harganya setelah digarap, kata Bayudono, tidak masuk akal. Sebab, PT Angkasa Pura I juga memberikan ganti rugi atas bangunan, tanaman, dan benda lain di atas tanah. “Nilainya juga besar, Rp 64 miliar. Petani mendapatkan dari Rp 150 ribu sampai ada yang Rp 3 miliar,” katanya.

Makanya, saat ada permintaan dari Komisi C DPRD DIJ terhadap Pakualaman untuk transparan malah kian membingungkan Puro Pakualaman. Karena angka-angka yang diperolehan Pakualaman sudah keluar di publik. “Kurang transparansi yang mana lagi? Sekarang itu belum ada uangnya,” tandasnya.

Ia memastikan, jika telah ada uang transfer dari PT Angkasa Pura I kepada Puro Pakualaman, pihaknya baru akan bermusyarawah internal. Ini untuk menentukan nantinya penerima tali asih dari Puro Pakualaman maupun besarannya.

“By name penggarap lahan di sana saja kami tidak tahu. Wong mereka menggarap selama ini tanpa izin,” katanya.

Dari total ganti rugi lahan untuk pembangunan Bandara NYIA Rp 4,1 triliun, Puro Pakualaman menjadi penerima terbesar. Kepala BPN DIJ Arie Yuwirin menjelaskan, dari total kebutuhan bandara seluas 537 hektare, 160 hektare berstatus PAG. “Untuk tanah Pakualaman nilainya sekitar Rp 727 miliar,” katanya. (eri/laz/mg1)