GUNUNGKIDUL– Pamor Gua Pindul yang menjadi salah satu destinasi wisata di Gunungkidul mulai redup.Karena itu perlu ada perubahan untuk saling mendukung antarpengelola. Ini bertujuan demi kelangsungan popularitas Gua Pindul.

Dari data dari salah satu pokdarwis menyebutkan, Gua Pindul yang sebelumnya selalu penuh sesak sekarang mulai ditinggalkan pengunjung. “Jumlah penurunan sekitar 30 persen. Angka ini merata di semua pokdarwis,” kata Ketua Pokdarwis Ancar Wisata Haris Purnawan kemarin (18/9).

Haris mengatakan khusus untuk pokdarwis yang dikelolanya, penurunan jumlah wisatawan ini mulai tahun ini. Paling terasa pada momen libur panjang Lebaran lalu. “Waktu itu memang jumlah pengunjung banyak. Namun masih kalah jauh jika dibanding pada waktu yang sama di tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dan sekarang, lebuh memprihatinkan lagi. dalam sehari mulai Senin-hingga Jumat rata-rata dikunjungi 300 orang. Kemudian memasuki akhir pekan, Sabtu dan Minggu jumlah kunjungan tidak lebih dari 500 orang. “Sangat turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ucap tokoh kepemudaan yang kerap memperoleh penghargaa di bidang kepariwisataan ini.

Menurut Haris, ada banyak faktor yang menjadi pemicu anjloknya jumlah wisatawan. Salah satunya banyak muncul destinasi wisata lain sehingga Gua Pindul mulai tidak dilirik. Selain itu, tidak ada batasan pengunjung Gua Pindul juga berpengaruh. “Travel agen takut membawa pengunjung dan mengalihkan ke tempat lain seperti, Malang Jawa Timur,” terangnya.

Harga tiket retribusi per orang sebesar Rp 10 ribu perlu dievaluasi. Pengunjung banyak memberi masukan perihal bayar dobel tersebut. Masuk ke TPR bayar, kemudian ketika mulai masuk ke gua merohoh kocek lagi. “Hemat saya besaran tarif retribusi perlu dievaluasi dari pemerintah daerah,” ucapnya.

Nah, untuk menjaga kelangsungan hidup Gua Pindul pihaknya mengajak kepada seluruh operator untuk merapatkan barisan. Berlomba mengasah kreativitas dan meningkatkan servis pelayanan. Ini supaya jumlah tamu tidak terus anjlok.

Kepala Bidang Pengembangan dan Produk Wisata Dinas Kebudayaan (Disbubar) Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, sebelum ada pos retribusi kunjungan wisatawan belum tertib. “Kalau sekarang kan sudah ada retribusi. Sehingga dapat terpantau,” kata Hary Sukmono.

Terlepas dari keluhan pengelola terkait penurunan jumlah pengunjung, pihaknya memiliki data dari TPR bahwa kunjungan ke Gua Pindul tahun ini justru meningkat. Tahun lalu pendapatan Rp 1,4 miliar. Sekarang sudah menembus Rp 1,2 miliar. “Perlu diingat, munculnya fenomena objek lain. Kami juga harus improvisasi untuk bisa menghadirkan daya tarik. Sehingga tidak ditinggalkan pengunjung,” ujarnya. (gun/din/mg2)