JOGJA – Persiapan PSIM Jogja menghadapi babak 16 besar terus digenjot. Selain mengikuti pertandingan segitiga Trofeo Mamuju 21 September mendatang, tim pelatih juga mencoba mencari tahu kekuatan lawan-lawan di perdelapan final.

Pelatih Kepala PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengaku telah mengamati calon lawan di 16 besar nanti. Tergabung di grup A, Sunni Hizbullah dkk akan menghadapi PSCS Cilacap, Perssu Sumenep dan Persiraja Banda Aceh. “Kalau PSCS dan Persiraja kami sedikit banyak sudah tahu permainan mereka. Tapi kalau untuk Perssu kami masih belum tahu,” ungkapnya.

Meskipun demikian, dia menduga, sebagai tim asal Jawa Timur, permainan Perssu tidak akan beda jauh dengan tim Jatim lainnya. Yakni bermain dengan kolektifitas tim serta cenderung lebih keras saat berduel perebutan bola. Karena itu keikutsertaan PSIM di Trofeo Mamuju juga untuk mempelajari permainan tim asal Jatim.

Sebab selain tim Mamuju, juga akan ada Persela Lamongan yang turut serta. “Tentu saja ini bagus untuk menguji mental pemain. Sebab di laga tandang kami beberapa kali kedodoran,” ungkapnya.

Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru mengatakan, pihaknya akan mencari alternatif pemain untuk mengantisipasi hengkangnya pemain sayap PON Jawa Tengah Zaenal Arifin.

Sebab meskipun telah terjadi kesepakatan antara keduanya, namun Arifin belum resmi dikontrak. “Apalagi peluang Jateng lolos 8 besar PON juga besar. Kalau timnya lolos, tidak mungkin dia kami datangkan,” bebernya. (riz/din/mg1)