KULONPROGO – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulonprogo mendesak Polres Kulonprogo mengambil sikap dengan melarang musik dangdut yang menampilkan penyanyi seronok. Tontonan itu dinilai merusak moral generasi muda.

Wakil Ketua FKUB Kulonprogo Agung Mabruri mengatakan desakan itu disampaikan dalam surat pernyataan. Sebelumnya warga Kulonprogo resah dengan hiburan yang akan menampilkan penyanyi dangdut berpenampilan seronok.

“Targetnya bukan penyanyi itu, hanya sebagai contoh kasus namun kami soroti aksi pornografinya secara umum,” kata Agung, kemarin (19/9).

Menurut dia, apa yang dilakukan menyikapi aksi pornografi. Musik dangdut harus dikembalikan pada esensinya sebagai seni musik yang memiliki keindahan tanpa harus ada aksi seronok penyanyinya.

“Jika bisa begitu, maka dangdut tidak lagi diidentikkan dengan hiburan kelas bawah yang hanya membangkitkan nafsu,” ujar Agung.

Dia mengajak masyarakat ketika ingin mengadakan pentas dangdut agar membuat perjanjian dengan penyanyi. Agar tidak melakukan gerakan dan berpakaian seronok saat pentas.

Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi akan melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara. Pemahaman itu diberikan agar acara disesuaikan dan itu bukan berarti ada sentimen tertentu dengan jenis musik dangdut.

“Bukan musik dangdutnya yang salah, tetapi seronoknya. Tidak hanya dangdut, setiap pertunjukkan seni memang sebaiknya tidak seronok,” kata Nanang. (tom/iwa/mg2)