BANTUL – Cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian wilayah pantai selatan Jogjakarta berpotensi menimbulkan gelombang tinggi. Direktur Polisi Air Polda DIJ Kombes Pol Endang Karnadi mengimbau para nelayan dan wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan selalu waspada.

Dia menyebut, dalam sebulan sedikitnya tiga korban meninggal dunia dan luka-luka akibat terseret ombak. Bahkan, lebih dari lima kapal nelayan pecah diterjang gelombang di tengah laut.

Dikatakan, ketinggian gelombang mencapai 3-4 meter. Gelombang tinggi berpotensi terjadi di kawasan pantai dengan palung berpindah. Di antaranya, Parangtritis, Baron, Wediombo, hingga Indrayanti. “Sebaiknya jangan terlalu nekat bermain di empat pantai itu,” pintanya kemarin (19/9).

Endang menyayangkan masih banyaknya wisatawan dan nelayan yang tak mengindahkan imbauan petugas. Bahkan, ada yang nekat berenang menjauhi pantai, sehingga hanyut tenggelam. Sedangkan nelayan mencari ikan terlalu jauh dari garis pantai. “Personel kami sempat melihat gelombang tinggi saat patrol sejauh 5 mil dari pantai. Mereka langsung balik kanan,” jelasnya.

Selain butuh kesadaran masyarakat, pengawasan intensif tetap dilakukan Polair yang bermarkas di Pantai Depok, Bantul.

“Kami lakukan pagar betis. Harapannya zero accident,” ujar perwira Polri dengan melati tiga di pundak. (bhn/yog/mg1)