JOGJA – Persaingan memperebutkan kekuasaan di Kota Jogja diprediksi bakal berlangsung sengit. Ini tak lepas dari prediksi Pilwali hanya akan diikuti dua pasang. Tapi, bukan berarti kemenangan diraih dengan cara-cara curang.

Proses pemenangan dengan mengedepankan Pilwali Bermartabat didengungkan petinggi PDI Perjuangan. Saat konsolidasi di sebuah rumah makan di Tegalrejo, kemarin (18/9), elit partai berlambang banteng gemuk itu meminta seluruh jajaran struktural, kader, dan simpatisan untuk menjaga roh demokrasi yang bermartabat.

“PDIP harus memperjuangkan ideologi Pancasila 1 Juni 1945,” tandas Ketua DPP PDIP Bidang Kaderisasi Idham Samawi saat konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) Tegalrejo, kemarin (18/9). Hadir Ketua DPD PDIP DIJ Bambang Praswanto, Ketua Fraksi PDIP DPRD DIJ Eko Suwanto, Ketua DPC PDIP Kota Jogja Danang Rudyatmoko, bakal cawali Imam Priyono dan istrinya, Suryani.

Idham menegaskan, perjuangan untuk merebut kekuasaan sesuai konstitusi dilakukan untuk membawa bangsa Indonesia ke jalan yang benar. “PDI Perjuangan dengan kekuasaan yang dimiliki sesuai konstitusi, siapa pun nanti yang akan diberi rekomendasi harus ingat amanat Trisakti Bung Karno,” tandas anggota DPR RI ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Danang Rudyatmoko mengatakan, kegiatan konsolidasi dilakukan di seluruh wilayah. “Kami sudah lakukan pemetaan wilayah. Seluruh PAC dan ranting siap memenangkan kader terbaik yang diajukan,” ujar Danang.

Kader banteng, lanjutnya, akan bekerja keras bersama rakyat memenangkan pilwali dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat. PDI Perjuangan akan mengawal proses berdemokrasi ini dengan sebaik-baiknya.

Selain itu partai juga berkomitmen untuk menjaga martabat pilwali. Tanpa harus melakukan hal-hal curang, seperti black campign dan segala bentuk kecurangan dan money politics.

Ia optimistis dengan PDI Perjuangan bekerja keras merebut hati rakyat, akan menang pilwali secara bermartabat dan terhormat. “Menang tanpo ngasorake. Kemenangan pilkada 2017 sepenuhnya kita persembahkan untuk rakyat Kota Jogja,” sambung politikus muda PDIP Eko Suwanto. (**/eri/laz/mg1)