BANTUL – Gelombang tinggi yang menghantam Pantai Depok beberapa pekan terakhir tidak hanya merusak bangunan warung kuliner seafood di kawasan itu. Demi keselamatan, para nelayan juga enggan melaut. “Hasil tangkapan minim. Berbahaya pula,” jelas salah satu pengurus Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok Karmanto kemarin (20/9).

Karmanto menyebutkan, ada 60 kapal yang biasa beroperasi. Minimnya nelayan yang berani melaut mengakibatkan suplai ikan segar sangat minim. Padahal, kurun September-November biasanya menjadi musim panen bagi nelayan. Tiap kapal nelayan bisa memeroleh dua kuintal ikan per hari.

“Sekarang bisa dapat 50 kilogram sudah luar biasa,” ungkapnya.

Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Jogjakarta Joko Budiono memprediksi gelombang tinggi di pantai selatan masih terjadi hingga satu pekan ke depan. (zam/yog/jiong)