CIKOLE-Panjat tebing memghembuskan angin segar di hari kedua yang dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Arena Panjat Tebing Cikole, Lembang, Jawa Barat. Di kategori terakhir yang dipertandingkan kemarin (20/9), Fitriani berhasil meraih medali perak di nomor speed track putri.

Sementara medali emas diraih atlet panjat tebing DKI Jakarta, dan perunggu di raih atlet putri Jawa Timur. Keberhasilan meraih medali perak menjadi obat luka setelah di hari pertama bertanding, dirinya harus tersingkir di nomor speed world record putri karena terpleset. “Target saya memang di speed track. Alhamdullilah bisa mendapat perak,”ujarnya usai pertandingan.

Cabor panjat tebing masih menyisakan bebesarapa nomor pertandingan. Fitri masih akan tampil di nomor speed klasik. Sedangkan peluang medali lainnya juga masih bisa diraih atlet panjat tebing lainnya yakni Ismu Nugroho dan Muhammad Fahri di nomor boulder dan klasik putra.

Dari cabor balap sepeda kategori MTB, empat atlet yang turun di nomor downhill gagal membawa pulang medali. Demikian juga dengan dua atlet unggulan DIJ, Yavento Ditra Pranata dan Exa Raudina Khoiroti yang gagal masuk tiga besar. Sedangkan dua atlet lainnya yakni Davit Iskandar hanya berada di peringkat 9 dan Bagus Budi berada di urutan paling buncit karena stang sepedanya patah begitu mendekati finis.

Ditra yang menggunakan nomor 88 hanya bisa berada di peringkat kelima dengan catatan waktu 6.12.207. Terpaut cukup jauh dengan perolehan waktu Popo Ario Sejati yakni 5.55.935 di urutan pertama.

Sementara Exa harus puas di peringkat keempat dengan catatan waktu 7.17.601. Emas di bagian putri diraih rider asal Jateng, Nining Purwaningsih dengan catatan waktu 6.55.907. Sedangkan perak dan perunggu menjadi milik rider asal Jateng Tiara Andini dan Jabar Risa Suseanty.

Exa menuturkan, kegagalannya selain karena faktor lengan yang belum sembuh total paska operasi, faktor utama karena belum menguasai track Cikole yang panjangnya sekitar 3,7 km. “Kesempatan latihan di track sangat minim, panitia menutup jauh-jauh hari. Sehingga penyesuaian medan belum 100 persen, apalagi ini tracknya sangat panjang,”ujarnya.

Dia meminta maaf karena gagal mempersembahkan yang terbaik, namun dirinya sudah maksimal berjuang. “Saya meminta maaf kepada semua yang sudah mendukung selama ini,”ujarnya.

Kemarin, Kontingen DIJ juga menambah 1 medali perak yang dipersembahkan atlet Muhammad Arif dari cabang dirgantara aeromodeling yang turun di kelas F1H perorangan putra. Dengan demikian, hingga hari keempat PON XIX/2016 Jawa Barat, DIJ baru mengumpulkan 6 medali perak dan 3 medali perunggu.(dya/din/ong)