SLEMAN – Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menaruh perhatian serius pada kasus kekerasan yang menimpa maupun dilakukan anak-anak. Menurutnya, hal itu bisa berawal dari pengaruh negatif aplikasi dan situs internet yang sangat mudah diakses melalui telepon seluler.

“Handphone ibarat dua mata uang. Di satu sisi bermanfaat. Tapi jika pemanfaatannya keliru bisa berimbas pada penurunan akhlak bagi yang menggunakannya,” tuturnya.

Karena itu pula Muslimatun sangat mendukung kebijakan yang melarang siswa membawa gajet ke sekolah. Karena jika tak dikendalikan bisa mengganggu konsentrasi belajar. Kendati demikian, Muslimatun tak menampik handphone merupakan salah satu kebutuhan vital sebagai sarana komunikasi antara anak dan orang tua.

Untuk itu, Muslimatun menyarankan para orang tua yang membutuhkan komunikasi lebih kepada anak mereka agar cukup membekali dengan telepon genggam sederhana. Yang cukup hanya untuk menelepon dan berkirim pesan singkat SMS. Itu demi mencegah pengaruh negatif, khususnya aplikasi dan situs orang dewasa. Tanpa benteng iman yang kuat, anak-anak akan mudah terpengaruh hal-hal yang seharusnya belum pantas mereka terima.

Ditegaskan, penggunaan gajet pada anak-anak harus dengan pengawasan para orang tua ketika berada di rumah. Sedangkan di sekolah menjadi tugas guru untuk mengontrol.

“Gajet bisa menjadi sumber kekerasan yang halus bagi anak. Membuat kecerdasan emosional anak tidak seimbang. Sering mereka mendapat informasi tapi tidak bisa memfilternya,” ingatnya. (dwi/yog/jiong)