GUNUNGKIDUL – Polres Gunungkidul menggelar operasi kendaraan dengan sasaran para pelajar. Pelajar yang dihentikan dan tidak bisa menunjukkan kelengkapan suratnya maka ditilang dan kendaraannya diamankan.

Razia berlangsung di depan DPRD Gunungkidul, Wonosari kemarin. Satu per satu pelajar bermotor dimintai keterangan perihal kelengkapan surat kendaraan.

Jika tidak lengkap, kendaraan diamankan. Petugas mengantar pulang pelajar ke rumah masing-masing. Sebagian lainnya dijemput keluarganya.

Kendaraannya bisa diambil hari ini di Mapolres Gunungkidul oleh orang tua murid dan menandatangani surat perjanjian. Surat tersebut berisi pernyataan orang tua tidak mengizinkan anak mengemudikan kendaraan bermotor jika belum memiliki SIM.

“Jika dilanggar lagi kemudian hari, maka ditilang lagi,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi.

Tindakan tersebut untuk mencegah kecelakaan melibatkan pelajar. Sebanyak 40 persen kasus lakalantas korbannya adalah pelajar. Meski tegas, upaya penindakan justru sebagai bukti polisi memiliki rasa kasih sayang. “Pelajar adalah generasi bangsa, hendaknya diperhatikan itu,” kata Nugrah Trihadi.

Ekspresi para pelajar yang terkena razia beragam. Di antaranya cemberut, lalu tersenyum sinis, bahkan ada yang cengengesan namun juga ada yang kebingungan. Terlihat di antara mereka menelepon keluarga untuk dijemput.

“Saya tadi hanya mau beli kerudung untuk persiapan lomba besok, malah ketangkap,” kata seorang siswi SMK swasta Salwa Dela, 16.

Dia nekat membawa motor karena alat transportasi masal minim. Harus jalan kaki sejauh empat kilometer baru ketemu angkutan. Rumahnya di Sumbergiri, Ponjong memang tidak dilalui angkutan umum. (gun/iwa/ong)