KULONPROGO – Polsek Kalibawang bersama UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kalibawang menggelar sosialisasi dan dialog keamanan dengan para kepala sekolah dan penjaga sekolah di Aula UPTD setempat, kemarin (20/9). Hal itu dilakukan menyusul maraknya kasus pencurian dengan target sekolahan di Kalibawang.

“Memberantas dan mencegah kejahatan adalah tugas kepolisan. Namun upaya itu tidak bisa dilakukan sendirian. Polisi bukan Superman, butuh kerjasama dan peran aktif masyarakat,” kata Kapolsek Kalibawang Kompol Joko Sumarah.

Beberapa pekan terakhir terjadi tiga kasus pencurian dengan sasaran sekolah. Pertama kasus di SDN Candirejo, disusul di SMPN 2 Kalibawang dan terakhir di SDN Karangrejo.

“Pencurian di SDN Candirejo awalnya saya kira yang pertama dan terkahir. Ternyata kejadian surupa kembali terjadi di SMP 2 Kalibawang dan SD Tawangharjo, kasus ini mencuri perhatian saya, dan tentunya menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata Joko.

Unit Reskrim Polsek Kalibawang rutin melakukan patroli. Bahkan untuk kasus di SMPN 2 Kalibawang, dinihari sebelum kejadian petugas berpesan kepada penjaga sekolah, namun kejadian itu tetap terjadi.

Sekolah nampaknya masih perlu sistem pengamanan yang lebih ketat. Selain penjaga yang dilakukan secara bergiliran, sekolah juga perlu dilengkapi kunci tambahan, CCTV atau alarm. Sementara untuk memasang kelengkapan seperti itu juga kebutuhan anggaran yang tidak sedikit.

“Itulah yang melatarbelakangi pertemuan kali ini. Saya merasa perlu sharing, apa permasalahan di sekolah dan coba kita cari solusi bersama. Karena kalau satu malam kami patroli satu wilayah Kalibawang saya rasa tidak mungkin. Kami butuh peran aktif masyarakat,” kata Joko.

Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kalibawang, Beja mengungkapkan, apa yang digagas Polsek Kalibawang dengan mengadakan sosialiasi dan dialog semacam ini sangat baik. Karena kasus pencurian di sekolah memprihatinkan.

“Kami mengajak seluruh sekolah bersama jajaran komite membangun jejaring mengamankan aset sekolah. Harapannya tentu Kalibawang menjadi aman dan kondusif,” kata Beja.

Di Kecamatan Kalibawang ada sekitar 70 sekolah mulai SD/MI hingga SMA/SMK sederajat baik negeri dan swasta. Sekolah ini tersebar di beberapa lokasi, dan sebagian juga berada di lokasi yang sepi dan rawan tindak pencurian. (tom/iwa/ong)