JOGJA – Jalan PSIM Jogja melaju di babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B tidak akan mudah. Sebab, di dua laga awal saja Laskar Mataram-julukan PSIM JOgja sudah harus dipaksa melakoni laga tandang melawan Perssu Sumenep Super Madura dan Persiraja Banda Aceh.

Namun jika bisa bermain cerdik dan mampu memanfaatkan peluang tiga kali main di kandang secara berurutan, skuad Erwan Hendarwanto harusnya bisa lolos ke babak selanjutnya.

Terkait dengan mepetnya jadwal tandang di dua pertandingan awal, manajemen PSIM tengah mengajukan keberatan ke operator ISC-B PT Gelora Trisula Semesta (GTS). Rentang waktu yang hanya sepekan setelah dari Sumenep dan harus melawat ke Banda Aceh tentu sangat berat.

Tidak hanya dari segi akomodasi, namun juga memperhatikan kondisi fisik pemain. “Hari ini (kemarin,red) kita akan kirim surat ke PT GTS untuk mengajukan keberatan terkait penjadwalan,” kata Sekretaris Umum PSIM Jarot Kastowo, kemarin (20/9).

Dari jadwal pertandingan Grup A yang dirilis, PSIM harus memulai dua laga awal mereka di 16 besar dengan melakukan lawatan. Pertama pada 1 Oktober mereka harus bertandang ke markas Perssu Super Madura di Sumenep. Selang tujuh hari kemudian mereka sudah harus terbang ke Aceh untuk menantang tuan rumah Persiraja Banda Aceh. “Jelas itu sangat merugikan. Operator harusnya juga memikirkan jarak satu kota ke kota lain. Antara ke Sumenep dengan Aceh masak hanya 6 hari,” keluhnya.

Setelah itu, tiga laga selanjutnya Sunni Hizbullah memang akan bermain di kandang (lihat tabel). Bermain di hadapan pendukungnya tentu jangan sampai disia-siakan untuk meraih poin penuh. “Harus bisa kita maksimalkan dengan sapu bersih kemenangan,” imbuh Jarot.

Sementara itu untuk PSS Sleman, jadwal yang mereka terima di Grup B akan membuat Busari dkk bermain selang-seling antara kandang dan tandang. Di pekan pertama, bisa menjadi start yang bagus andai anak asuh Seto Nurdiyantoro bisa memaksimalkan laga kandang. Di hadapan pendukungnya, mereka akan menjamu Persepam Madura.

Melihat kondisi tersebut, Manajer PSS Arif Juli Wibowo mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. “Tidak masalah karena kami hanya ingin mempersiapkan tim ini lebih baik. Semoga pelatih bisa menyiasati kalau terkait jadwal,” ujarnya. (riz/din/ong)