SLEMAN – Ketua Kwarda DIJ Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi berharap semangat Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Province Championship DI Jogjakarta tetap di benak anggota Pramuka. Meskipun telah resmi berakhir kemarin (20/9), jiwa Pramuka tetap ditanamkan dalam diri masing-masing.

Dia mengibaratkan Pramuka sebagai alat pengasah. Mulai nilai, manfaat dan pembentukan karakter didapatkan dari kegiatan Pramuka. Seperti menyelesaikan tantangan dengan bermodalkan kerja sama regu. “Secara individu mampu membuat peserta memiliki karakter yang kuat. Dalam sebuah regu mampu menunjukkan kekompakan. Kemampuan individu memang bagus. Tapi kompak dalam regu jauh lebih hebat,” katanya.

GKR Mangkubumi juga berpesan agar jiwa Pramuka terus berkembang. Saat melihat kemah ISC Province Championship di Bumi Perkemahan (Buper) Taman Tunas Wiguna Babarsari, dirinya takjub. Sebab, semangat peserta mengikuti kegiatan sangat tinggi.

Menurutnya ilmu-ilmu yang didapatkan dalam Pramuka sangat bermanfaat. Seperti tali temali dan simpul yang menjadi materi utama. Ini bisa diterapkan dalam keseharian. Bahkan bisa membantu orangtua di rumah. “Akan lebih berguna jika bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari untuk tujuan yang positif,” katanya.

Tentang konsep dalam ISC Antangin Junior, dapat menjadi role model bagi pengembangan Pramuka. Cara pandang baru belajar dan mengenal Pramuka yang lebih menyenangkan. Bisa diimbangi dengan ragam permainan dan tantangan sesuai semangat anak-anak.

Dia juga berharap agar pengurus gugus depan hingga kwartir ranting melihat hal ini. Yakni melakukan pengembangan dengan adaptasi kegiatan dalam ISC Antangin Junior. Apalagi selama penyelenggaran, para peserta menurutnya sangat bersemangat. “Sesuai slogan Pramuka, Keren, Gembira dan Asik. Ketiga kata ini harus benar-benar diterapkan untuk menghidupkan jiwa Pramuka. ISC merupakan salah satu cara mengemas Pramuka yang menyenangkan,” ujarnya. (dwi/din/ong)