PURWOREJO – Tiga ratus kasus malaria terjadi di lima kecamatan di Kabupaten Purworejo. Kasus terbanyak di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulonprogo.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Malaria Kabupaten Purworejo Tahun 2016 yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Sosial Purworejo di Ruang Bagelen (20/9). Dibuka Asisten III Bambang Aryawan, kegiatan ini diikuti 60 peserta yang meliputi camat, kepala UPT Puskemas dan kepala-kepala desa di wilayah perbatasan.

“Kami dua kali mengikuti sosialisasi penanggulangan malaria yang diselenggarakan Pemprov DIJ di UGM. Di sana kegiatan itu sudah rutin dilakukan. Tapi di Jawa Tengah belum pernah dilakukan,” kata Kabag Kesra Bambang Sadyo.

Menurutnya, permasalahan malaria di kawasan yang berbatasan dengan DIJ dan Kabupaten Magelang hingga saat ini ibarat tidak pernah ada selesainya. Melalui kegiatan itu diharapkan akan ada titik temu antara pemerintah dan kepala desa terkait pemberantasan malaria di Kabupaten Purworejo.

“Malaria memang banyak berkembang di kawasan Menoreh Purworejo yang meliputi Kecamatan Kaligesing, Bagelen, Loano dan Bener. Satu lagi wilayah yang tidak di Menoreh tapi terdampak malaria adalah Kecamatan Gebang,” tambah Bambang.

Ditambahkan hingga saat ini belum pernah dilakukan penanganan secara bersama. Di lapangan kerap terjadi penyemprotan sarang nyamuk dilakukan di masing-masing daerah. Akibatnya ada perpindahan nyamuk dari satu tempat ke tempat lain.

Sementara itu, Asisten III Bambang Aryawan mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir wilayah-wilayah di perbatasan Purworejo sibuk memberantas sarang-sarang nyamuk malaria. Tak sekadar itu, ada upaya penanggulangan lain yang juga dilakukan.

“Ada cerita kalau Purworejo itu adem ayem dan hingga saat ini belum ada gerakan yang berarti,” katanya.

Dikatakan jika malaria merupakan penyakit yang masuk dalam kelompok risiko kematian, anemia dan penurunan produktivitas kerja. Dalam perkembangannya, banyak terjadi letupan-letupan kasus malaria yang perlu diberantas.

“Pengaruhnya sangat besar bagi masyarakat, utamanya di bidang ekonomi. Praktis kalau mereka terkena malaria produktivitas kerjanya menurun,” kata Bambang. (udi/laz/ong)