BANTUL – Memasuki musim penghujan, warga Sleman dan Bantul patut meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, mereka yang tinggal di bantaran sungai berhulu di puncak Gunung Merapi.

Banjir kiriman dari utara mengancam keselamatan jiwa. Fenomena alam itu mungkin terjadi sewaktu-waktu. Tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

Di Sleman, setidaknya ada lima aliran sungai yang harus diwaspadai . Yakni, Gendol, Boyong, Opak, Kuning, dan Krasak. 
Makin ke selatan di Sungai Code, Winongo, dan Bedog, yang bermuara di pantai selatan Bantul.
Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengungkapkan, sungai-sungai tersebut berpotensi meluap jika puncak Merapi diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. “Apalagi sekarang musim pancaroba,” jelas Dwi kemarin (21/9).

Merujuk informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta, musim hujan diprediksi mulai awal Oktober. Namun, selama beberapa hari terakhir hujan deras disertai angin kencang mengguyur sebagian wilayah DIJ.

Menurut Dwi, selama perpindahan musim (pancaroba) rentan terjadi berbagai fenomena alam selain hujan deras. Di antaranya, angin kencang dan petir. Bahaya tanah longsor juga berpotensi mengancam keselamatan warga di daerah perbukitan bertanah labil. “Hujan deras seringnya terjadi sore hingga malam hari,” ucapnya.

Terkait antisipasi luapan sungai, BPBD tak henti-hentinya imbauan masyarakat agar selalu waspada. BPBD juga intens menjalin koordinasi dengan petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA). Itu dilakukan agar petugas SDA siap membuka pintu bendungan andai ada kiriman banjir. “Kami juga berkomunikasi dengan petugas di Sleman dan Kota Jogja,” ungkapnya.
Di Bantul, banjir kiriman melanda aliran Sungai Code dini hari kemarin. Satu unit alat berat (backhoe) hanyut setelah diterjang derasnya arus air.

Sehari-hari alat berat ini digunakan untuk membantu pengerjaan bangunan bendungan di Sungai Code. Tepatnya di Dusun Pandeyan, Bangunharjo, Sewon. “Sudah dua bulan ini pengerjaannya,” ucap Jumiran, 70, salah satu warga setempat.

Sementara itu, pantauan di wilayah Sleman belum menunjukkan tanda-tanda bencana. Hanya hujan deras yang mengguyur wilayah utara pada Selasa (20/9) malam disertai angin kencang. Menyebabkan sebagian area persawahan tergenang air.

Terpisah, Plt Kepala Pelaksana BPBD Sleman Kunto Riyadi menyatakan, hujan yang melanda wilayah utara DIJ tidak berdampak negatif. “Alhamdulillah aman. Hujan tidak merata dan tak terlalu lebat,” katanya. (zam/yog/ong)