JOGJA – Tidak ada yang pasti dalam politik. Meski sebelumnya sudah menyatakan 99 persen dukungan dari DPD Partai Gerindra DIJ akan jatuh ke tangan Syauqi Soeratno dan Tomi Nursamsu, ternyata keputusan DPP Partai Gerindra berkata lain.

Surat dari DPP merekomendasikan pasangan Haryadi Suyuti (HS) dan Heroe Poerwadi (HP) maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota. Surat rekomendasi dari DPP Partai Gerindra tertanggal 21 September 2016 itu ditandatangai Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.

Secara resmi pasangan HS-HP didukung oleh lima partai politik yaitu Partai Golkar, PAN, PKS, Demokrat, dan Gerindra. Tinggal PPP yang belum menyatakan secara resmi dukungannya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja Anton Prabu Semendawai mengatakan, rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Gerindra tersebut sesuai dengan hasil penjaringan yang dilakukan DPC Partai Gerindra Kota Jogja. Anton mengatakan, hasil penjaringan DPC Partai Gerindra Kota Jogja mengirimkan semua yang mendaftar ke DPD Partai Gerindra DIJ maupun DPP Partai Gerindra. “Kami menyampaikan semua yang mendaftar ke DPD dan DPP,” tandas anggota DPRD DIJ tersebut.

Hal itu berbeda dengan pernyataan Ketua dan Sekretaris DPD Partai Gerindra DIJ Brigjend TNI (Purn) Nuryanto dan Dharma Setiawan yang menyatakan DPD Partai Gerindra DIJ hanya merekomendasikan pasangan Syauqi dan Tomi sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

Bahkan Dharma sempat mengatakan, hasil rekomendasi DPD 99 persen biasanya akan sama dengan hasil rekomendasi DPP. Begitupula Romo Nur, sapaan Nuryanto, yang menyatakan bakal calon Wali Kota Jogja dari Partai Gerindra adalah Syauqi Soeratno.

Dengan bergabungnya Partai Gerindra mendukung pasangan HS-HP, tinggal PPP saja yang belum menentukan pasangan calon. DPC PPP Kota Jogja tinggal menunggu rekomendasi dari DPP PPP. Tetapi, Ketua DPC PPP Kota Jogja Fakhrudin mengatakan, untuk calon yang akan diusung mayoritas mendukung HS. Selain HS, nama Syauqi juga diusulkan ke DPP PPP. “Mayoritas ke HS, arus utama head to head,” ujarnya.

DPC PPP Kota Jogja maupun DPW PPP DIJ sendiri hanya mengakui kepengurusan DPP PPP Djan Faridz, sesuai dengan hasil Mahkamah Agung (MA). Padahal dalam website KPU, kepengurusan yang diakui sesuai dengan SK Kementerian Hukum dan HAM dalah DPP PPP kubu Romahurmuzi.

“KPU sebagai lembaga pemerintah kan memang harus gitu. Tapi secara de facto kami, meski KPU bilang Romi (yang diakui),” tegas Fakhrudin.

Terkait kemungkinan DPP PPP kubu Romi mendaftar langsung ke KPU Kota Jogja, Fakrudin menilai, seharusnya hal itu ditolak KPU. Menurut dia, jika DPP akan mendaftar langsung harus ada surat persetujuan dari DPC. Padahal DPC PPP Kota Jogja juga akan mendaftarkan calonnya ke KPU Kota Jogja.

“Mosok yang daftar dua-duanya, yang punya Jogja kan DPC, DPP itu di Jakarta,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PPP DIJ Syukri Fadholi mengatakan, DPW PPP DIJ hanya mengakui DPP PPP hasil mukatmar Jakarta yang dipimpin Djan Faridz. “Kami tidak ada urusan dengan PPP Romi (Romahurmuzi, red),” ujarnya.

Syukri sendiri menyatakan saat ini DPC PPP Kota Jogja maupun DPW PPP DIJ masih melakukan proses penjaringan calon. Ada dua calon yang terus akan dijajaki menjadi calon wali kota dari PPP, yaitu HS dan Syauqi. Syukri mengatakan, hasilnya akan disampaikan ke DPP PPP dan langsung melakukan pendaftaran ke KPU Kota Jogja. “Lihat saja nanti KPU seperti apa,” ungkapnya.(pra/ila/ong)