GUNUNGKIDUL – Gunungkidul menjadi daerah penyumbang kasus pasung di Provinsi DIJ. Puluhan kasus pemasungan dialami warga yang tinggal di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data di RSJ Grhasia Sleman, sejak 2012 hingga 2014, terdapat 72 penderita gangguan jiwa mengalami kasus pemasungan, 31 kasus di antaranya berada di Gunungkidul. Puluhan kasus di Kota Gaplek tersebut sekarang sudah mendapatkan penanganan.

Berkaitan dengan isu pasung, pemerintah pusat melalui pemkab menargetkan pada 2017 bebas dari kasus pasung. Dengan target ini maka diharapkan tidak ada lagi orang penyandang penyakit jiwa yang dipasung.

“Program ini telah dicanangkan sejak awal 2016,” kata Kasi Rehabilitasi Sosial, Dinsosnakertrans Gunungkidul, Winarto, kemarin (22/9).

Dijelaskan, dengan bebas pasung, maka penderita gangguan jiwa akan menjalani perawatan medis. Setelah sembuh dan memungkinkan adanya asesmen dapat dilanjutkan program pemberian keterampilan seperti di panti rehabilitasi.

“Jika nanti ada payung hukum yang mengatur dana jaminan sosial kami juga akan melangkah ke sana,” kata Winarto.

Menurut dia, saat ini bersama Dinsos DIJ melakukan sosialisasi melalui berbagai kesempatan. Sosialisasi berkaitan dengan konsep khusus penanganan, agar pemasungan tidak terjadi lagi.

“Karena penyakit jiwa adalah penyakit yang sulit diobati sehingga membutuhkan penanganan semua pihak. Tidak hanya keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar penderita dan instansi terkait,” kata Winarto.

Dokter ahli jiwa RSUD Wonosari Ida Rohmawati menjelaskan pemasungan terjadi karena ketidaktahuan masyarakat mengobati penderita sampai sembuh. Apalagi korban pemasungan berasal dari keluarga kurang mampu. (gun/iwa/ong)