Semua Kondisi Kritis, Motif Cekcok Keluarga
JOGJA – Buntut perselisihan rumah tangga, seorang bapak tega mengajak dua anaknya yang masih bocah bunuh diri dengan menenggak racun. Beruntung, usaha bunuh diri ini dipergoki pemilik rumah sehingga nyawa ketiganya bisa diselamatkan warga, meski kini dalam kondisi kritis.

Pelaku percobaan bunuh diri ini adalah Puji Raharjo, 50, sementara dua anaknya yang sempat diracun itu adalah R, 4 tahun, dan EFL, 9 tahun. Usaha bunuh diri itu dilakukan di rumah kontrakan mereka, Keparakan Kidul RT 57 RW 13, Mergangsan, Kota Jogja, Jumat (23/9) malam.

Dari informasi yang dihimpun, percobaan bunuh diri terungkap setelah pemilik kontrakan, Slamet Basuki, mendengar keributan di dalam kamar yang ditinggali Puji Raharjo. Setelah dilakukan pengecekan, Slamet melihat pelaku dan kedua anaknya sudah tergeletak di lantai.

Kondisi pelaku dan R sudah tidak sadarkan diri dengan keadaan mulut berbusa. Sementara EFL hanya bisa terisak dalam kondisi cukup lemah. Ruangan yang ditinggali pelaku saat itu tercium bau cukup menyengat.

Melihat kejadian itu, pemilik rumah bergegas melapor kepada warga sekitar. Seketika warga berdatangan dan membawa pelaku dan kedua korban ke Rumah Sakit Pratama yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Salah seorang dokter RS Pratama Rengganis menjelaskan, saat tiba di rumah sakit kondisi ketiganya cukup kritis. Sepanjang malam mereka mengalami muntah-muntah. “Kami melakukan tindakan pembersihan lambung untuk kemudian kami rujuk ke RS Sardjito,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Mergangsan Kompol Bambang Murdo Priyono mengungkapkan, dari olah TKP ditemukan botol mineral yang diduga bekas diisi racun. Namun untuk kepastian racun apa yang digunakan, masih dalam uji laboratorium. “Motifnya karena perselisihan rumah tangga antara suami dan istri yang tengah bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu Puji baru saja pulang dari tempat bekerjanya di salah satu hotel di daerah Kasihan, Bantul. Pelaku sendiri merupakan warga Turi, Sleman, dan selama ini tinggal mengontrak bersama bersama kedua anaknya. Sang istri bekerja sebagai TKW di Singapura.

Hingga kemarin (24/9), pelaku Puji mendapat perawatan di RS Sardjito. Sedangkan korban R dan EFL juga tengah mendapatkan perawatan di Bangsal Melati rumah sakit yang sama.

‪Dokter yang menangani pelaku dan korban kini sedang mengidentifkasi jenis racun yang tertelan. Menurut Dokter Putu Aditya Wiguna, racun itu masuk ke tubuh melalui campuran makanan.

Dia menyebut kondisi R kini lebih stabil dibandingkan kondisi sang kakak yang belum sepenuhnya sadar. “Dari cek laboratorium, organ-organ R cukup baik dan normal. Namun untuk kakaknya memang harus mendapatkan perhatian,” jelasnya.

Pihak rumah sakit masih menunggu laporan dari kepolisian untuk mengetahui jenis racun yang masuk ke dalam tubuh. “Kami belum mengetahui itu racun diperuntukkan buat apa, karena masih menuggu dari kepolisian,” tandasnya. (bhn/laz/mg1)