Seorang siswa mendapatkan doorprize berupa jas hujan karena berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja DIJ, Nur Asnawi Azis. (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
SLEMAN – Antusiasme para siswa mengikuti sosialiasi UU Lalu Lintas dan prosedur tata cara pengurusan santunan kecelakaan PT Jasa Raharja DIJ sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme siswa dalam sesi tanya jawab. Para siswa antusias ingin mengajukan pertanyaan kepada Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja DIJ, Nur Asnawi Azis dan Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung serta Kasi Dikmas Subdit Dikyasa Ditlantas Polda DIJ Kompol FX Sukidjo.

Tak sekadar menjawab pertanyaan dari para siswa, para pemateri juga mengajukan pertanyaan kepada para siswa. Siswa yang berhasil mendapatkan pertanyaan berhak mendapatkan hadiah berupa jas hujan.

“Jas hujan ini untuk siswa yang berhasil menjawab bertanyaan dengan benar dan tepat,” papar Azis.

Dalam kesempatan itu, salah seorang siswi yang mengajukan pertanyaan adalah Nurin. Dia bertanya seputar nilai santunan, apakah setiap tahun nominal santunan berubah atau tidak?. Jika berubah berdasarkan apa dan santunan diberikan kepada siapa?
Mendapat pertanyaan tersebut, Azis menerangkan bahwa setiap tahun tidak ada perubahan nominal santunan. Sebab, pejabat yang berhak melakukan perubahan nominal santunan adalah Kementerian Keuangan RI. Sejak 2008 hingga sekarang, nominal santunan belum berubah. “Ada kabar, dalam waktu dekat nilai nominal akan dinaikkan dua kali lipat. Tapi, sampai saat ini aturan dari Kementerian Keuangan belum diterbitkan,” jelas Azis.

Selain Nurin, Pujiastuti menanyakan bagaimana bila kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan ke polisi dan PT Jasa Raharja fiktif? “Apakah ada proses verifikasi atau tidak sebelum santunan dicairkan,” Tanya Puji.

Dari pertanyaan tersebut, Azis menjelaskan bahwa sebelum menerbitkan laporan polisi (LP), terlebih dahulu anggota kepolisian harus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Diantaranya memeriksa korban, saksi, dan mendatangi tempat kejadian kecelakaan.

Selain kepolisian, PT Jasa Raharja juga akan melakukan verifikasi terhadap data dan identitas diri korban dan pihak yang terlibat kecelakaan. “Jadi, sebelum dicairkan tetap ada verifikasi data. Jika kecelakaannya fiktif, ya nanti kami serahkan ke kepolisian,” terang Azis. (ama/dem)